feri sewolSeoul, LiputanIslam.com — Tiga orang anggota keluarga pemilik kapal feri “Sewol” dijatuhi hukuman penjara atas dakwaan korupsi yang mendorong terjadinya musibah tenggelamnya feri “Sewol” bulan April lalu.

Ketiga orang itu adalah anak-anak pemilik kapal feri “Sewol”, Yoo Byung-eun, yang bulan Juni lalu ditemukan tewas setelah sempat buron paska terjadinya musibah yang menewaskan 300 orang itu.

Sementara itu seorang anggota keluarga yang lain, yaitu putri Yoo Byung-eun yang juga diduga terlibat dalam aksi kejahatan, kini tengah ditahan oleh otoritas Perancis untuk diekstradisikan ke Korsel.

Yoo Byung-eun dan keluarganya adalah pemilik perusahaan Chonghaejin Marine yang mengoperasikan kapal feri “Sewol”. Jaksa penuntut menyebutkan perusahaan itu telah mengabaikan standar keamanan dengan melakukan modifikasi ilegal terhadap badan kapal agar dapat memuat jumlah barang yang lebih banyak, yang pada akhirnya menjadi penyebab tenggelamnya “Sewol”.

Sebagaimana dilaporkan BBC News dengan mengutip kantor berita Korsel Yonhap, hari Rabu (5/11), putra tertua Yoo Byung-eun, Dae-kyun (44 th) dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Sedang dua orang adiknya, Byung-ill dan Byung-ho dijatuhi hukuman penjara satu dan dua tahun.

Beberapa orang dekat keluarga ini juga mendapatkan hukuman penjara.

Di Perancis, putri Yoo yang bernama Som-na kini tengah menunggu proses ekstradisi ke Korea yang akan diputuskan melalui pengadilan setempat. Ia ditangkap aparat keamanan Perancis pada bulan Mei lalu di rumahnya di Paris setelah polisi mendapatkan perintah penangkapan dari Interpol.

Para jaksa Korsel yakin ia telah melakukan tindak korupsi senilaia $7,5 juta atau sekitar Rp 80 miliar. Pengacaranya menolak ekstradisi karena menuduh kliennya tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil.

Proses pengadilan terkait namun terpisah kini juga tengah dilakukan terhadap kapten kapal dan awak kapal lainnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL