Tepi Barat, LiputanIslam.com–Sebuah data dari  Administrasi Sipil Israel mengungkapkan bahwa sekitar 3.455 pemukiman di kawasan pendudukan Tepi Barat dibangun secara ilegal di atas tanah privat Palestina.

Dari angka tersebut, sekitar 45% dibangun di atas tanah yang pemiliknya yang teridentifikasi kuat, sementara sisanya belum diketahui secara spesifik siapa pemiliknya oleh pemerintah Israel.

Data ini diberikan pemerintah Israel sebagai bagian dari pertempuran hukum mengenai “aturan pengambilalihan lahan.” Jika pengadilan memutuskan aturan tersebut legal, maka siapapun yang memiliki tanah, meski itu milik orang Palestina, diperbolehkan untuk diambil dengan konsekuensi kecil secara hukum.

Aturan ini menyebutkan bahwa karena pemerintah Israel memberikan kesan bahwa mereka baik-baik saja dalam mengambil tanah Palestina, konstruksi pemukiman dilakukan dalam “niat baik.”

Hukum ini akan mengizinkan pemerintah Israel secara aktif melegalkan pemukiman, dan tanpa memberikan bantuan bagi pemilik tanah selain pembayaran yang ditentukan oleh pemerintah Israel.

 Foto: Demonstran Palestina mengibarkan bendera nasional dan menanam pohon zaitun di depan pemukiman Israel, Beitar Illit, dalam aksi unjuk rasa di Hari Tanah  pada 30 Maret 2015. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL