Washington, LiputanIslam.com—Sekitar 250.000 anak Amerika di bawah 16 tahun menikah dini antara tahun 2000 sampai 2010. Demikian laporan dari media Inggris Channel 4 News, pada Minggu (23/7/17).

Menurut laporan, hanya 25 dari 50 negara bagian Amerika yang menetapkan usia minimum untuk menikah. Anak-anak Amerika di bawah 16 tahun dengan mudah dipaksa menikah jika orangtua mereka setuju.

Di Massachusetts, misalnya, hukum tradisional mengizinkan gadis berumur 12 tahun untuk menikah dengan lelaki berusia 14. Kansas juga mengizinkan perempuan 12 tahun untuk menikah.

Di Texas, 9 dari 1000 perempuan berusia antara 15 dan 17 sudah menikah, sedangkan di Florida, pernikahan anak terjadi “beberapa hari sekali.”

“Dalam beberapa kasus, orangtua dapat menyuruh anak perempuan mereka yang hamil untuk menikah, meski dia hamil karena perkosaan,” lapor Channel 4 News.

Padahal, tahun lalu, Departement Luar Negeri AS meluncurkan sebuah program bernama  Strategi Pemberdayaan Remaja Perempuan Global. Program ini ditujukan untuk memerangi pernikahan paksa anak-anak di bawah umur. Mereka menyebut pernikahan dini sebagai “penyelewengan HAM” dan “menghancurkan masa kecil perempuan muda.”

Program global ini kemudian dikritik oleh kelompok-kelompok aktivis, yang menilai pemerintah AS harus menyelesaikan masalah di dalam negeri dahulu.

“Kita tidak bisa menyelesaikan masalah pernikahan anak secara global jika kita belum menyelesaikannya di sini, di Amerika,” kata Fraidy Reiss, pendiri organisasi Unchained at Last yang membantu para perempuan AS yang menghadapi pernikahan paksa. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL