Sumber: republika.co.id

Bandung, LiputanIslam.com— Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin menyebutkan jumlah pengangguran di Kota Bandung mencapai 8,01 persen atau 96.465 orang.

Dari jumlah terebut, lulusan perguran tinggi di Bandung tercatat menyumbang pengangguran terbesar kedua. Jadi, dari 96.465 orang yang menganggur, 24 ribu orang merupakan lulusan perguruan tinggi.

Meski Demikian, Kepala Disnaker Arief Syaifudin mengatakan, angka pengangguran di Bandung mengalami penurunan dari 8,44 persen pada 2018 menjadi 8,01 persen pada tahun ini.

Baca: BPS: Pengangguran di Banten Tertinggi se-Indonesia

“Kalau dilihat pengangguran tahun 2019 turun. Di mana target 2023 di dalam RPJMD it 8,2 persen. Tahun 2018 angka pengangguran 8,44 persen dan sekarang pengangguran 8,01 persen artinya sudah melebihi target RPJMD,” kata dia di Bandung , Kamis(7/11).

Dia menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya menurunkan angka pengangguran di Bandung dengan meningkatkan sumber daya manusia. Peningkatan SDM dilakukan dengan melalui pelatihan berbasis kemasyarakatan menjadi pengusaha.

“Memberikan sumber daya manusia kita untuk tingkatkan kompetensi melalui berbagai pelatiha, terus pelatihan berbasis ke masyarakatan ini ke entrepreneur,” ujarnya.

Dia menerangkan, masyarakat harus bisa mempersiapkan diri untuk bersaing baik dalam tingkat nasional maupun internasional dalam menghadapi bonus demografi di mana 61 persen merupakan tenaga kerja produktif.

“MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) juga harus diwaspadai,” ucapnya. (sh/detik/ayobandung)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*