banjir texasHouston, LiputanIslam.com — Setidaknya 23 orang tewas akibat banjir dan cuaca buruk yang melanda negara bagian Texas, Sabtu (31/5). Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun menyatakan situasi bencana di negara bagian itu.

Texas telah mengalami rekor curah hujan pada bulan Mei. Pekan ini, banjir telah mengubah jalan-jalan menjadi sungai, melepas rumah dari fondasinya, menyapu ribuan kendaraan dan menjebak orang-orang di mobil dan rumah, lapor Reuters dan dilansir Antara.

Obama menandatangani deklarasi bencana Jumat malam untuk membebaskan penggunaan dana federal untuk membantu membangun kembali wilayah Texas yang telah dilanda badai. Tidak ada perkiraan yang diberikan untuk kerusakan di Texas.

Sementara itu mayat seorang wanita ditemukan pada Sabtu di Sungai Blanco di San Marcos di Texas tengah, menurut otoritas kota di halaman Facebook-nya. Itu adalah korban tewas ke 23 akibat banjir.

Peringatan banjir telah diberlakukan di sejumlah wilayah di North Texas, termasuk Dallas County. Ramalan Dinas Cuaca Nasional menyebutkan bahwa badai tersebar membentang dari Texas ke Amerika Serikat timur laut.

Ada laporan kendaraan terjebak di jalan-jalan yang dilanda banjir di Rowlett, komunitas yang berpenduduk hampir 60.000 orang timur laut dari Dallas, kata Jamie Gudmestad dari Dinas Cuaca Nasional.

Polisi Carrollton menggunakan rakit untuk membantu mengevakuasi warga dari Sandy Lake, yang terendam akibat hujan deras pada akhir pekan.

Sungai dan danau di sekitar kota-kota seperti Houston, Dallas dan San Antonio terus meluas di atas tingkat berbahaya, kata para pejabat.

Di negara tetangga, Oklahoma, seorang pria ditembak mati oleh setidaknya satu polisi negara bagian ketika ia melawan petugas setelah diberitahu untuk menjauh dari air naik di jalan dekat kota Okmulgee.

Di Wharton, sekitar 60 mil (100 km) barat daya dari Houston, air terus meningkat sejak Kamis ketika Sungai Colorado mulai membanjiri kota dan walikota mengeluarkan perintah evakuasi wajib bagi sekitar 900 orang yang tinggal di dekatnya.

“Kami bertahan di sana,” kata juru bicara kota Paula Favors. “Tidak ada rumah yang kembali terdampak, telah 35 rumah dievakuasi.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL