militer kolombiaBogoto, LiputanIslam.com — Kejaksaan Agung Kolombia memeriksa 22 jendral yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan sejumlah warga sipil yang mendapatkan tuduhan palsu sebagai anggota kelompok pemberontak.

Kasus pembunuhan massal yang kemudian disebut dengan nama skandal “false positives” ini menjadikan sejumlah warga sipil dituduh tanpa alasan sebagai anggota kelompok pemberontak FARC, kemudian dibunuh hanya demi ambisi pribadi sebagai perwira yang telah menjalankan tugas. Demikian BBC melaporkan, Senin (13/4).

Dalam kasus ini ratusan anggota militer telah dijatuhi hukuman, namun penyidikan atas 22 perwira tinggi ini menjadi puncak dari kasus ini. Sebagian perwira tinggi itu masih aktif, namun sebagian lainnya sudah pensiun.

Jubir Kejaksaan Agung Montealegre mengatakan penyidikan ini ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Lebih dari 5.000 aparat keamanan diduga terlibat dalam kasus ini, tambahnya.

Skandal “false positive” muncul ke publik tahun 2008 ketika diketahui setelah menghilangnya sejumlah pemuda dari kawasan kumuh ibukota Bogota. Mereka diketahui telah direkrut aparat keamanan untuk menjadi milisi bersenjata untuk memerangi kelompok pemberontak FARC. Namun kemudian diketahui mereka justru menjadi korban pembunuhan dan mayatnya dinyatakan sebagai anggota FARC.

Sejak saat itu sejumlah kasus serupa mulai bermunculan di seluruh negeri dan kejaksaan miliki ribuan kasus di mejanya.

Dalam kasus lain tentara diperintahkan untuk menyerang pemukiman penduduk sipil terpencil, kemudian mayat-mayat penduduk sipil itu dibungkus dengan seragam militer FARC.

Para anggota militer dan polisi mengklaim pembunuhan-pembunuhan itu sebagai keberhasilan membunuh anggota pemberontak untuk mendapatkan kenaikan pangkat.

BBC menyebutkan penyelidikan ini akan mendapatkan perhatian serius dari kelompok FARC yang tengah terlibat perundingan dengan pemerintah Colombia di Havana, Kuba.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL