Eks Militan Menyerahkan diri di Homs dan Hasakah, foto: SANA

Eks Militan Menyerahkan diri di Homs dan Hasakah, foto: SANA

Damaskus, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al-Moallem, dalam sebuah suratnya kepada negara sekutunya, Rusia, mengungkapkan bahwa Suriah yakin dengan kemenangan negaranya dalam memerangi teroris, berkat kekuatan dan ketabahan rakyatnya. Ia juga menyatakan, kemenangan Suriah juga berkat dukungan dari Rusia.

“Kemenangan Suriah yang tidak tergoyahkan adalah karena berkat perlawanan rakyatnya, juga dukungan dari sahabat-sahabat Suriah, seperti Rusia,” kata Moallem

Hal ini disampaikan dalam rangka memperingati ulang tahun yang ketujuh puluh hubungan diplomatik yang telah terjalin antara Republik Arab Suriah, dengan Rusia.

“Para pemimpin dan rakyat Suriah sangat bersyukur, dan menghormati kebijakan yang diambil Rusia, yang telah membantu negara kami dalam memerangi teroris,” tambahnya.

Moallem menegaskan, bahwa Suriah semakin percaya diri untuk membasi  terorisme dan mempertaankan kedaulatan negara, juga keamanan kawasannya.

Dan pada akhir surat, Moallem menyampaikan bahwa Suriah akan semakin mengukuhkan hubungannya dengan Rusia, dan saling bahu membahu mencapai perdamaian, dan keamanan di kawasan regional dan internasional.

Sergey Lavrov, Menteri  Luar Negeri Rusia, mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Republik Arab Suriah, dan menyatakan bahwa hubungan Rusia telah berurat akar sejak puluhan tahun lalu, dan Rusia menegaskan kembali bahwa Rusia adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Suriah.

Sementara itu, di medan perang, Tentara Arab Suriah kembali melancarkan serangan ofensif di berbagai kawasan, seperti  Aleppo, Idleb, Daraa, and Quneitra. Dari laporan Al-Manar, 18 Juli 2014, Tentara Suriah juga mulai menyerang untuk mengambil alih ladang minyak di Kota Homs yang saat ini masih dikuasai kelompok Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dan dari laporan Syria News Agency, 21 Juli 2014, sebanyak 202 orang bekas militan bersenjata yang telah menyerahkan diri di wilayah Hasakah dan Homs, hari ini dibebaskan. Dengan syarat, eks militan ini tidak akan ikut ambil bagian dalam aksi apapun yang menganggu keamanan dan ketentraman negara. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL