idsa2014Jakarta, LiputanIslam.com — Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat, akhirnya Indonesia Digital Society Award (IDSA) mengumumkan pemenang kabupaten/kota terbaik di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Hasilnya, kota Surabaya berhasil meraih The Best Champion atau Juara 1 IDSA Award 2014 untuk kategori Pemerintah Kota. Surabaya mengungguli empat kota lainnya, yaitu Bogor, Yogyakarta, Denpasar, dan Cimahi. Artinya, Surabaya yang dipimpin Walikota Tri Rismaharini menjadi kota paling digital di Indonesia. Ajang IDSA 2014 ini juga menobatkan Kota Sleman sebagai The Best Champion Kategori Pemerintah Kabupaten.

Penghargaan yang diberikan pada gelaran Jakarta Marketing Week 2014 di Kota Kasablanka Jakarta itu diumumkan oleh Pengamat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Cahyana Ahmadjayadi, selaku Ketua Dewan Juri. Adapun penilaian penghargaan yang diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) ini terdiri dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada April 2014 lalu dan tahap kedua pada sesi presentasi yang berlangsung Rabu, (7/5).

Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin mengungkapkan IDSA diselenggarakan dalam rangka peningkatan daya saing Kota dan Kabupaten sebagai Daerah Tingkat II Otonom di Indonesia pada era globalisasi, komunikasi dan informasi.

“Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong Kota dan Kabupaten untuk memiliki daya saing yang mumpuni. Telkom mengharapkan ajang IDSA 2014 dapat mendukung daya saing Kota dan Kabupaten di Indonesia, khususnya dalam menyongsong era ASEAN Economic Community tahun 2015 nanti,” ujar Awaluddin

Adapun kriteria penilaian IDSA 2014 didasarkan pada empat aspek, yaitu initiative, leadership, usership, dan benefit, dan dilakukan terhadap lima pihak, yaitu Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan, Lembaga Pelayanan Kesehatan, UKM Swasta, dan Masyarakat.

Kriteria pertama, initiative yang menyangkut perencanaan TIK dengan bobot 10%. Kedua, leadership dengan bobot 10% berdasarkan upaya perwujudan rencana tersebut. Ketiga, usership dengan bobot 60% yang terbagi dalam tiga hal; tingkat penetrasi dalam bentuk jaringan internet tetap (40%), jaringan internet mobile (10%), dan penilaian penggunaan internet (10%). Dan keempat adalah benefit dengan bobot 20% yang menilai manfaat yang dinikmati dalam menggunakan internet.

Penghargaan IDSA diberikan dalam dua kategori yaitu Government dan Overall Society. Kategori Government dinilai berdasarkan pengisian Angket Potret Digitalisasi oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia. Survei ke kalangan pemerintah daerah ini didasari oleh pengisian angket yang mereka isi dan dikembalikan ke panitia IDSA.

Overall Society dinilai berdasarkan pengisian Angket Potret Digitalisasi ditambah dengan survei Computer Aided Telephone Interview (CATI) yang dilakukan terhadap empat pihak yaitu lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, UKM swasta, dan masyarakat di 110 kota/kabupaten. Survei ini melibatkan sekitar 19.000 responden.

Perbedaan mendasar IDSA dibandingkan dengan survei terhadap pemerintahan daerah lainnya terletak pada kategori Overall Society ini. Dalam kategori ini diukur dampak yang dirasakan oleh empat pihak (lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, UKM swasta, dan masyarakat) terhadap inisiatif dan implementasi digitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL