warga as di korutPyongyang, LiputanIslam.com — Dua orang warga AS yang ditahan di Korut meminta pemerintah AS untuk menolong membebaskan mereka. Mereka ditahan pemeerintah Korut karena dituduh  melakukan kejahatan terhadap negara.

Matthew Miller dan Jeffrey Edward Fowle ditahan secara terpisah pada bulan April dan Juni lalu. Mereka menyampaikan permohonan tersebut melalui kantor berita Associated Press yang mewawancarai mereka, hari Jumat (1/8). Demikian laporan BBC News hari Sabtu (2/8).

Matthew Miller dan Jeffrey Fowle mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka akan segera menjalani persidangan dengan ancaman hukuman yang berat. Mereka juga menyebutkan berada dalam kondisi baik, namun kondisi akan memburuk jika tidak dibebaskan.

Jeffrey Fowle (56 tahun) memasuki Korut pada 29 April dan ditahan awal Juni lalu saat akan meninggalkan negara tersebut. Ia dituduh meninggalkan satu kitab Injil di toilet sebuah restoran di kota Chongjin. Namun keluarganya membantah tuduhan Fowle melakukan kegiatan misionaris.

Sementara itu Matthew Miller (24 tahun) masuk ke Korut pada tanggal 10 April dengan visa turis, namun ia mengoyak visanya setibanya di bandara dan berteriak meminta suaka. Demikian pernyataan orotitas Korut.

“Saya tidak tahu skenario terburuk yang bakal menimpa saya, namun saya meminta bantuan untuk menyelamatkan saya dari dari situasi ini. Saya sudah meminta pertolongan kepada pemerintah AS, namun tidak mendapat jawaban apapun,” kata Miller.

Pejabat Korut mengatakan akan segera membawa keduanya ke persidangan. Namun detil tentang dakwaan terhadap keduanya masih belum jelas.

Pada Desember 2012 warga AS keturunan Korea Kenneth Bae, ditangkap dan dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun.

AS menuduh Korut sengaja menahan warganya dengan motif sebagai alat tawar-menawar politik dengan AS. AS menuntut Korut menghentikan program nuklirnya, namun perundingan tentang isu tersebut pada tahun 2007 mengalami kebuntuan hingga sekarang.

Sebagai negara komunis, Korut membatasi dengan ketat kegiatan keagamaan dan dalam beberapa kesempatan para misionari asing telah ditahan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL