ukraine-donetsk-protests-referendumDonetsk, LiputanIslam.com — 2 provinsi yang terletak di dekat perbatasan Rusia, Lugansk dan Donetsk menyatakan kemerdekaan dari negara induknya, Ukraina. Pernyataan ini menyusul hasil referendum yang digelar hari Minggu (11/5) yang menunjukkan mayoritas rakyat kedua wilayah itu menghendaki untuk lepas dari Ukraina dan menjadi negara sendiri.

“Kami telah memilih jalan kami sendiri untuk merdeka dari tirani dan diktator berdarah junta di Kiev, dari fasisme dan nasionalisme. Kami telah memilih jalan kebebasan dan kepatuhan hukum,” kata Gubernur Luganks Valery Bolotov, Senin (11/5), tentang hasil referendum.

Menurut para pejabat di Lugansk sekitar 90 persen dari warga yang berpartisipasi dalam pemilu telah memilih untuk lepas dari Ukraina dan menjadi negara sendiri.

Sebelumnya pada hari yang sama, warga Donetsk juga menyatakan kemerdekaan dari Ukraina dan akan berusaha untuk bisa bergabung dengan Rusia, menyusul Provinsi Krimea yang telah bergabung dengan Rusia melalui referendum bulan Februari lalu.

“Kami, rakyat Republik Rakyat Donetsk, setelah menyelenggarakan referendum tanggal 11 Mei, dan berdasar pada kedaulatan rakyat Republik Rakyat Donetsk, mengumumkan bahwa republik ini, sejak saat ini, adalah negara yang berdaulat,” kata pemimpin Donetsk Denis Pushilin dalam pernyataannya.

Pushilin melanjutkan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil referendum dengan mengajukan permohonan untuk menjadi bagian dari Federasi Rusia. Sama seperti hasil di Luganks, sekitar 90% warga yang terlibat dalam referendum mendukung pemisahan diri dari Ukraina.

Selain itu, prioritas pertama rakyat Donetsk setelah merdeka adalah memperkuat pertahanan dari serangan Ukraina.

“Pertama kali, kami menghadapi tugas untuk mempertahankan dan memperkuat perbatasan kami. Kami harus memiliki kekuatan untuk mengontrol kelompok-kelompok bersenjata dan basis-basis militer yang berada di provinsi kami, pengadilan-pengadilan, kantor kejaksaan dan sebagainya. Kami harus mengusir seluruh kekuatan militer musuh dari wilayah kami,” kata pemimpin Donetsk lainnya, Myroslav Rudenko kepada kantor berita Rusia Interfax.

Menanggapi pernyataan kemerdekaan dan keinginan untuk bergabung dengan Rusia itu, pemerintah Rusia menyatakan menghormatinya.

“Moskow menghormati keinginan warga Donetsk dan Lugansk dan berharap langkah selanjutnya hasil dari referendum dapat dijalankan dengan damai melalui dialog antara wakil dari pemerintah Ukraina, Donetsk dan Lugansk,” demikian pernyataan pemerintah Rusia.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL