michelle bacheletSantiago, LiputanIslam.com — 2 orang pensiunan perwira regim militer Augusto Pinochet dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun karena dianggap telah menyiksa ayah Presiden Michelle Bachelet, Jendral Alberto Bachelet yang menentang Pinochet.

Jendral Alberto Bachelet yang mendukung Presiden Salvador Allende yang tewas dalam kudeta militer yang dipimpin Pinochet tahun 1973, ditangkap karena menentang aksi kudeta. Ia disiksa selama dalam penahanan hingga meninggal pada tahun 1974 karena penyakit jantung akibat penyiksaan yang dialaminya.

Di antara penyiksanya itu adalah Kolonel Angkatan Udara Ramon Caceres Jorquera dan Edgar Ceballos Jones. Keduanya dijatuhi hukuman penjara masing-masing 3 dan 2 tahun karena kejahatan itu.

“Mereka berulangkali melakukan kejahatan penyiksaan kepada senior mereka,” kata Hakim Mario Carroza yang memvonis mereka, di Santiago, sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (21/11).

Keduanya resmi didakwa sebagai pelaku kejahatan bulan Juli 2012 lalu, setelah dilakukannya uji forensik atas laporan kematian Jendral Bachelet.

Jubir pemerintah Alvaro Elizalde mengatakan hukuman tersebut merupakan “satu langkah maju” bagi kebenaran dan keadilan yang dibutuhkan negara Chili. Namun seorang korban penyiksaan regim militer Pinochet, yang juga telah disiksa oleh Ceballos, Sergio Santos, mengatakan kepada Associated Press bahwa hukuman itu terlalu ringan.

“Saya rasa ini agak memalukan, setelah bertahun-tahun melakukan penindasan dan penyiksaan kepada ratusan orang, mereka hanya mendapat hukuman 3 tahun,” katanya.

Diperkirakan selama berkuasanya regim militer Pinochet yang berlangsung selama 17 tahun sejak 1973, sebanyak 40.000 tewas.

Para penyidik mengatakan bahwa Jendral Bachelet tewas karena serangan jantung yang disebabkan oleh penyiksaan yang dialaminya. Ia adalah perwira tinggi yang tetap loyal kepada Presiden Allende yang terpilih secara demokratis. Ia ditahan di Akademi Militer selama 6 bulan dan disiksa oleh anak buahnya sendiri di Angkatan Udara.

“Saya ditahan di ruang isolasi selama 26 hari,” tulis Bachelet dalam surat rahasia yang diselundupkan kepada keluarganya saat penahanan.

“Saya mengalami penyiksaan selama 30 hari. Mereka menghancurkan saya di dalam,” tambahnya.

Ia meninggal pada tanggal 12 Maret 1974 pada umur 50 tahun, setelah menjalani interogasi semalaman. Setelah itu istrinya, Angela Jeria, dan putrinya Michelle juga ditahan dan disiksa sebelum dilepaskan dan pindah ke Australia dan Jerman.

Pada tahun 2006 Michelle Bachelet terpilih sebagai presiden wanita pertama Chili. Setelah habis masa jabatannya tahun 2010, dan karena konstitusi melarang presiden menjabat jabatan selama 2 periode berturut-turut, ia terpilih sebagai pejabat PBB urusan wanita.

Tahun lalu Michelle Bachelet kembali terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Ia dan keluarganya telah berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan keadilan atas kematian ayahnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL