turis inggrisBangkok, LiputanIslam.com — Pengadilan Thailand resmi menjatuhkan dakwaan pembunuhan terhadap 2 pekerja asal Burma (Myanmar) yang diduga telah membunuh 2 wisatawan asal Inggris.

Zaw Lin dan Win Zaw Htun, keduanya berumur 21 tahun, dituduh membunuh Hannah Witheridge dan David Miller  di Pulau Koh Tao, September lalu. Pada bulan Oktober keduanya menarik kembali pengakuan mereka sebagai pembunuh. Jika terbukti, keduanya terancam hukuman mati.

Sebagaimana dilaporkan BBC News dengan mengutip laporan Associated Press, Kejaksaan Agung Thailand menjatuhkan tuduhan keduanya melakukan konspirasi pembunuhan dan perkosaan sekaligus dakwaan menyembunyikan barang bukti dan tinggal secara ilegal di Thailand. Sementara Zaw Lin mendapat dakwaan tambahan berupa pencurian.

Namun dakwaan ini menjadi sorotan publik atas dugaan polisi menggunakan teknik penyiksaan untuk mendapatkan keterangan, sekaligus menunjukkan ketidakprofesionalan polisi.

Kedua terdawa itu ditangkap pada bulan Oktober dan minggu ini pengacara keduanya menyerukan kepada rekan-rekan terdakwa sesama pekerja asal Burma, untuk memberikan informasi kepada mereka.

Nakhon Chompuchat, pengacara kedua terdakwa mengatakan bahwa “teman-teman terdakwa memiliki banyak informasi penting tentang apa yang terjadi dan bisa menyapaikan situasi yang sebenarnya”.

Sebelumnya kejaksaan telah 3 kali mengembalikan berkas perkara kedua tersangka, namun akhirnya menyebutkan bahwa bukti-buktinya sudah kuat.

Jasad Witheridge (23 tahun) dari Hemsby, Norfolk, and Miller (24 tahun) dari Jersey, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di pantai pulau wisata Koh Tao pada tanggal 15 September.

Penyelidikan post-mortem menunjukkan keduanya tewas akibat tenggelam dan pukulan benda tajam di kepala.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL