panmunjonSeoul, LiputanIslam.com — Pejabat-pejabat tinggi militer Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) menggelar pertemuan untuk pertama kali dalam tujuh tahun terakhir. Pertemuan berlangsung setelah terjadinya beberapa insiden bersenjata di perbatasan kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagaimana laporan BBC News yang mengutip kantor berita Korea Yonhap, pertemuan berlangsung di wilayah demoliterisasi Panmunjom, Rabu (14/10) . Namun tidak disebutkan para pejabat yang terlibat dalam pertemuan itu.

Dalam beberapa minggu terakhir pasukan perbatasan kedua negara terlibat tembak-menembak terbatas, baik di wilayah laut maupun perbatasan darat. Korut juga marah oleh tindakan aktifis Korsel yang menyebarkan pamflet anti pemimpin Korut dengan menggunakan balon-balon udara.

Para pejabat pemerintah Korsel tidak bersedia memberikan keterangan tentang pertemuan tersebut. Mereka menyebut, hal itu dikarenakan pihak Korut tidak menginginkan pertemuan itu berlangsung terbuka.

Menurut Yonhap pertemuan difokuskan pada upaya pengurangan ketegangan di perbatasan kedua negara yang secara teknis masih terlibat dalam perang, karena perang Korea (1950-1953) tidak diselesaikan dengan perjanjian damai melainkan hanya dengan gencatan senjata.

Minggu lalu kapal patroli kedua negara saling melepaskan tembakan meriam di Laut Kuning. Hari Jumat (10/10) juga terjadi tembak-menembak di perbatasan darat, setelah pasukan Korut menembaki balon-balon yang dilepaskan aktifis Korsel.

Pada bulan Februari lalu kedua Korea juga terlibat pertemuan tingkat tinggi di Panmunjom, namun tidak menghasilkan sesuatu yang berarti.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL