Children write messages of hope for passengers of missing Malaysia Airlines Flight MH370 at Kuala Lumpur International AirportKualalumpur, LiputanIslam.com — Dua orang anak yang orang tuanya menjadi korban pesawat Malaysia Airlines MH370 mengajukan gugatan hukum kepada maspakai Malaysia Airlines dan pemerintah Malaysia. Ini adalah kasus hukum  pertama di Malaysia sejak musibah MH370 terjadi tanggal 8 Maret lalu.

Dalam gugatan itu disebutkan bahwa otoritas penerbangan Malaysia Airlines lalai tidak melakukan tindakan yang benar setelah hilangnya kontak dengan pesawat MH370. Demikian BBC News melaporkan, Sabtu (1/11).

Pesawat Boeing 777 nomor penerbangan MH370 Malaysia Airlines itu hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, bersama 239 penumpang dan awaknya. Hingga saat ini keberadaan pesawat ini masih misteri, meski seluruh penumpang dan awaknya dinyatakan tewas. Otoritas penyidik internasional yang dipimpin Australia menduga kuat pesawat ini jatuh ke dasar Samudra Hindia.

Para pengacara yang mewakili 2 anak di bawah umur dari penumpang bernama Jee Jing Hang, mengajukan gugatannya ke Pengadilan Tinggi Kualalumpur.

Kepada Malaysia Airlines, penggugat menyebut maskapai penerbangan itu telah melanggar kontrak dengan kegagalannya memberikan jaminan keamanan penerbangan. Sedangkan terhadap pemerintah, selain menggugat otoritas penerbangan sipil, mereka juga menggugat departemen imigrasi dan angkatan udara Malaysia.

“Kami telah menunggu selama 8 bulan. Setelah berbicara dengan sejumlah ahli, kami percaya telah memilkiki bukti-bukti cukup atas kasus ini,” kata Arunan Selveraj, pengacara yang mewakili penggugat.

“Sebuah pesawat besar hilang di era teknologi tinggi adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal,” tambahnya.

Pada bulan Maret lalu sebuah gugatan hukum diajukan oleh keluarga korban MH370 di pengadilan AS, namun ditolak karena dianggap kurang cukup bukti.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL