eastern-ukraine-military-operation.siKiev, LiputanIslam.com — Sebanyak 181 orang tewas dan 293 terluka dalam operasi militer di Ukraina timur. Sebanyak 59 korban tewas adalah tentara Ukraina. Demikian pernyataan Jaksa Agung Ukraina Oleg Makhnitsky, Kamis (5/6). Ia tidak menyebutkan korban yang tewas di pihak milisi pemberontak.

Makhnitsky juga menambahkan bahwa sebanyak 220 orang telah menjadi korban penculikan, termasuk 12 warga asing sejak terjadinya pergolakan di Provinsi Lugansk dan Donetsk. Selain itu sebanyak 675 kasus kejahatan terkait tindakan subversi, teroris, dan pelanggaran integritas Ukraina tengah disidik oleh aparat penyidik.

Sementara itu jubir operasi militer Ukraina Vladislav Seleznev menyebutkan angka korban tewas di pihak milisi pemberontak mencapai 300 orang. Demikian sebagaimana dilaporkan RIA Novosti.

Ukraina sejak bulan April telah menggelar operasi militer yang disebut sebagai “operasi anti terorisme” di wilayah Ukaraina timur yang bergejolak menentang penguasa baru Ukraina yang didukunng barat sejak tumbangnya pemerintahan Presiden Yanukovych Februari lalu.

Pada tanggal 11 Mei, menyusul referendum yang digelar, rakyat Provinsi Lugansk dan Donetsk menyatakan memisahkan diri dari Ukraina dan mengajukan permintaan untuk bergabung dengan Federasi Rusia. Namun sejauh ini permintaan tersebut belum mendapat tanggapan positif dari Rusia yang berusaha menghindarkan ketegangan dengan Ukraina dan barat.

Sejak itu operasi militer pun semakin digencarkan.

Presiden terpilih Ukraina, Petro Poroshenko, sehari setelah pemilihan presiden tanggal 25 Mei, mengumumkan akan melanjutkan operasi militer di Ukraina timur dengan lebih efektif dan dengan perlengkapan yang lebih baik.

Hanya beberapa jam setelah hasil awal pemilihan presiden diketahui, operasi militer pun diintensifkan dengan sasaran bandara internasional Donetsk yang diduduki milisi pemberontak. Dengan menggunakan helikopter serbu dan pesawat tempur, operasi tersebut menewaskan puluhan milisi pemberontak.

Pada hari Rabu (28/5) militer Ukraina membom kawasan sipil di kota Slavyansk, menghantam sekolah dan taman kanak-kanak. Tidak lama kemudian sebuah klinik anak-anak  di kota yang sama juga menjadi sasaran pemboman.

Aksi pemboman di kawasan sipil ini pun mengundang aksi demonstrasi ribuan warga kota Donetsk yang menuntut anak-anak dan wanita dilindungi dalam operasi militer Ukraina.

Dalam operasi militer terakhir pesawat-pesawat tempur Ukraina membom kota Lugansk, menghancurkan sebagian markas gerakan separatis dan kawasan sekitarnya. 8 penduduk sipil dan sejumlah milisi tewas dalam serangan tersebut.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL