mahasiswa korban al shababNairobi, LiputanIslam.com — 166 mahasiswa dinyatakan masih belum diketahui keberadaannya setelah terjadinya serangan kelompok teroris Al Shabab di Universitas Garissa minggu lalu yang menewaskan 148 orang.

Organisasi Pengajar Universitas Kenya, UASU, hari Selasa (7/4) mengatakan masih terdapat 166 mahasiswa yang belum diketahui keberadaananya paska serangan kelompok Al-Shabab. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Kamis (9/4), mengutip laporan media-media lokal.

Menanggapi laporan itu pemerintah Kenya, melalui kementrian pendidikan membantahnya dan menuduh UASU telah menyebarkan ‘kabar tidak berdasar’.

Dalam kalimat yang keras yang ditandatangani Menteri Pendidikan Joseph Kaimenyi, pemerintah menuduh pernyataan UASU sebagai ‘tidak menguntungkan’ dan ‘menambah luka dan penderitaan keluarga korban’. Lebih jauh pemerintah mengancam bahwa penyebaran berita tersebut ‘melawan hukum keamanan’.

Sekjen UASU General Muga K’Olale, hari Rabu (8/4), mengatakan kepada media setempat bahwa kemungkinan para pelajar itu telah diculik oleh Al-Shabab, dan pemerintah harus memastikan keberadaan mereka.

Dalam pernyataan yang membantah kabar hilangnya para mahasiswa itu, Kementrian Pendidikan menyebutkan bahwa 815 mahasiswa berada di universitas tersebut dan sebanyak 663 mahasiswa berhasil diselamatkan.

Pemerintah menyatakan korban tewas adalah 142 orang. Jika ditambahkan 663 korban yang selamat, masih ada 10 pelajar yang tidak diketahui nasibnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL