konflik donetskMoskow, LiputanIslam.com — Setidaknya 16 orang, 12 warga sipil dan 4 anggota milisi separatis Ukraina, tewas dalam pertempuran hari Minggu (12/10) di sekitar Donetsk, Ukraina timur. Demikian keterangan wakil komandan milisi Eduard Basurin kepada RIA Novosti.

“Dalam satu hari, 12 warga sipil tewas, termasuk 6 wanita dan satu anak. 13 lainnya luka-luka, sebagian besar di Donetsk. Ada juga yang terluka di Makiivka,” kata Basurin.

Basurin menambahkan, sebanyak 4 anggota milisi separatis tewas dalam pertempuran, 12 milisi lainnya terluka. Dua di antara yang tewas itu berada di Avdiivka.

Pada hari Sabtu (11/10) Perdana Menteri pemerintahan separatis Republik Rakyat Donetask (DPR), Alexander Zakharchenko mengumumkan “regim tenang” akan segera diberlakukan menyusul kesepakatan pembentukan zona pengaman di Donetsk antara pasukan Ukraina dan separatis.

Ia menambahkan, penarikan artileri dan persenjataan berat akan dimulai setelah masa “regim tenang” yang berlangsung salama 5 hari.

Konflik bersenjata di Ukraina pecah setelah pemerintah Ukraina melancarkan operasi militer untuk melumpuhkan gerakan separatis di wilayah Donetsk dan Luhansk, April lalu. Operasi militer ini dilancarkan setelah kedua wilayah tersebut menggelar referendum yang hasilnya adalah pemisahan diri dari Ukraina.

Sekitar 3.700 orang telah tewas selama konflik tersebut berlangsung, 8.800 lainnya luka-luka. Selain itu ratusan ribu orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka ke berbagai negara terutama Rusia.

Pada tanggal 5 September kedua pihak yang terlibat konflik sepakat untuk melakukan gencatan senjata.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL