bentrok benghaziBenghazi, LiputanIslam.com — Setidaknya 16 tentara pemerintah tewas dalam bentrokan antara pasukan pro-pemerintah dengan milisi militan di kota timur Libya, Benghazi, Senin (22/12).

Sebagaimana dilansir Antara, pasukan yang setia kepada mantan jenderal Khalifa Haftar dan Perdana Menteri Abdullah al-Thani yang diakui secara internasional, telah berjuang selama berbulan-bulan menghadapi kelompok Islam yang telah menguasai sebagian besar kota kedua Libya, Benghazi dan ibu kota Tripoli.

Benghazi Medical Centre, sebagaimana dilaporkan AFP, mengatakan telah menerima mayat tujuh orang dan 35 korban terluka dalam bentrokan itu, sementara rumah sakit Al-Jala mengatakan menerima empat jasad dan 25 luka-luka.

Sumber-sumber medis mengatakan para korban semuanya anggota pasukan pro-Jendral Haftar dan pasukan pro-pemerintah. Sementara itu milisi Islam jarang melaporkan korban mereka. Sementara sumber-sumber keamanan mengatakan bahwa pertempuran berkecamuk di selatan dan tengah Benghazi.

Lebih jauh ke timur, lima tentara tewas pada hari Senin (22/12) ketika orang-orang bersenjata menyerang sebuah pos pemeriksaan di pinggiran barat kota Dahr el-Ahmar, kata seorang juru bicara militer. Awal bulan ini kelompok Islam menggelar parade militer di Derna dengan tank-tank dan kombatan yang membawa bendera hitam.

Tiga tahun setelah diktator Moamer Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan didukung NATO, Libya kini dibanjiri dengan senjata dan milisi yang kuat, dan menjalankan dua pemerintah dan parlemen tandingan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL