Dhaka, LiputanIslam.com–Sekitar 145.000 anak Rohingya mengungsi di Bangladesh dalam rangka menyelamatkan diri dari serangan brutal militer Myanmar. Kini, ratusan anak ini terancam mengalami malnutrisi yang parah, seperti dilaporkan oleh badan amal Inggris, Disasters Emergency Committee, pada Kamis (6/10/17).

Berdasarkan temuan badan ini, lebih dari 14.000 anak di bawah umur 5 tahun sudah terkena malutrisi.

Selain itu, juga ada lebih dari 50.000 ibu hamil dan menyusui Rohingya yang membutuhkan makanan layak.

Tentara Myanmar dan kelompok Buddha telah menyerang Muslim Rohingya dan menghancurkan desa mereka sejak bulan Oktober 2016.

Anak-anak berada di antara setengah juta Rohingya yang lari dari negara mereka sejak serangan yang memuncak pada 25 Agustus lalu.

Evan Schuurman, juru bicara tim kemanusiaan Save the Children di Bangladesh, mengatakan kepada The Independent bahwa krisis yang memperparah membutuhkan tantangan terbesar untuk menolong anak-anak terlantar dan keluarga mereka.

“Ini sangat mengejutkan,” kata sang aktivis, sembari menambahkan bahwa gelombang pengungsi yang datang ke Bangladesh mencapai 10.000 orang perhari selama enam minggu terakhir.

Steve Taravella, juru bicara World Food Program, juga menyayangkan bahwa masalah dalam negeri Bangladesh telah memperparah masalah Rohingya.

“Orang-orang masuk dengan cepat dan konstan ke sebuah negara yang kesusahan mengelola kebutuhan pembangunannya sendiri,” katanya.

Bangladesh diketahui terkena hujan lebat yang menyebabkan banjir parah. Hal ini telah mengganggu operasi bantuan ke Rohingya karena masalah transportasi dan logistik.

Bangladesh sendiri mengaku berencana membangun pemukiman yang besar di distrik bagian selatan bagi hampir 900.000 korban persekusi Rohingya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL