Washington, LiputanIslam.com–Sekitar sepertiga warga pemilih AS percaya bahwa akan ada perang sipil di negara mereka dalam 5 tahun ke depan akibat dari kekerasan politik dan isu imigrasi.

Angka ini ditemukan dari survei oleh Rasmussen Reports. Dalam survei ini, 31 persen dari responden “percaya” bahwa AS akan mengalami perang sipil kedua, sedangkan 11% mengaku “sangat percaya”.

Dari semua responden yang percaya akan ada perang sipil, 28% merupakan warga kulit putih, 44% warga Afrika-Amerika, dan 36% berasal dari kelompok minoritas.

Survei ini juga menemukan bahwa mayoritas responden tidak percaya lagi terhadap berita politik yang mereka dapatkan selama pemerintahan Donald Trump.

Sejak pemilihan Trump sebagai presiden pada November 2016, 55% pemilih Amerika percaya bahwa Amerika telah menjadi negara yang terpecah belah.

Survei ini keluar di tengah banyaknya kecaman publik terhadap kebijakan “toleransi nol” yang dikeluarkan Trump atas imigran

Kebijakan ini menyebabkan pemisahan atas 2.000 anak-anak imigran dengan orangtua mereka.

Meskipun begitu, Trump menandatangani perintah eksekutif pada minggu lalu untuk mengakhiri pemisahan keluarga, namun tetap mempertahankan kebijakan ketat terhadap imigran yang melewati perbatasan AS-Meksiko.

Kebijakan pemisahan keluarga ini mendapat kecaman juga dari PBB dan negara-negara dunia, termasuk partai Republik yang menaungi Trump. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*