serangan perancisParis, LiputanIslam.com — Orang-orang bersenjata menyerang kantor majalah satire Perancis Charlie Hebdo, Rabu (7/1), menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai 7 orang lainnya. Demikian laporan BBC News mengutip keterangan pejabat kepolisian Perancis.

BBC menyebutkan setidaknya 2 orang bertopeng menembakkan senjatanya di dalam kantor majalah tersebut dan terlibat tembak-menembak dengan polisi di luar kantor itu sebelum melarikan diri dengan mobilnya.

Presiden Francois Hollande menyebut serangan itu sebagai “serangan teroris dengan kekejaman luar biasa”. Sementara itu polisi kini menggelar operasi pencarian besar-besaran untuk menemukan para penembak itu.

Majalah ini telah menimbulkan sejumlah kontroversi termasuk memuat kartun tentang Nabi Muhammad yang berujung pada serangan bom molotov terhadap kantor majalah ini tahun 2011 lalu. Sementara kicauan terakhir akun twitter Charlie Hebdo adalah tentang kartun pimpinan ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

“Orang-orang dibunuh dengan cara yang pengecut. Kita diserang karena kita adalah negara bebas,” kata Hollande dalam pidatonya terkait dengan aksi serangan ini.

Sementara itu sekutu Hollande Perdana Menteri Inggris David Cameron langsung menyatakan simpatinya kepada rakyat Perancis dan mendukung “kebebasan pers” di Eropa.

Dua di antara korban yang tewas adalah anggota kepolisian, demikian laporan kantor berita Perancis AFP. Sementara itu sebagian dari korban yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Seorang saksi mata mengatakan kepada televisi Itele bahwa 2 orang yang berpenutup wajah memasuki bangunan kantor dengan menyandang senapan Kalashnikov.

“Bebeapa menit kemudian kami mendengar sejumlah tembakan,” katanya.

Dalam beberapa minggu terakhir Perancis dilanda sejumlah aksi kekerasan. Di kota Dijon dan Nantes pengendara mobil menabrakkan mobilnya ke arah pejalan kaki. Kemudian seorang pria menyerang polisi dengan pisau di Tours.

Terkait dengan serangan terakhir ini polisi Perancis mengumumkan rencana untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat publik dengan menggelar ratusan tentara bersenjata.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*