mh017 puingKualalumpur-Moskow, LiputanIslam.com — 11 warga negara Indonesia (WNI) dipastikan menjadi korban jatuhnya pesawat Malaysia Airliens MH017 yang jatuh di Ukraina hari Kamis (17/7) yang menewaskan 295 penumpang dan awaknya tersebut.

Malaysia Airlines memang belum mengeluarkan manifes penumpang, namun KBRI Malaysia berhasil mendapatkan nama-nama WNI tersebut melalui Atase Perhubungan KBRI Malaysia dan disampaikan melalui Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata, Jumat (18/7).

Berikut adalah nama-nama warga negara Indonesia tersebut:

1. Mr Hadiono Gunawan
2. Mrs Yodricunda Theistiasih
3. Mrs Ketut Wiartini
4. Mrs Yuli Hastini
5. Mrs Vickiline Kurniati Kardia
6. Mrs Supartini
7. Mr Hendry
8. Ms Gerda Leliana Lahenda
9. MSTR Werther Smallenburg
10. Mrs Jane M Adi Soetjipto
11. Mr Wayan Sujana
12. MSTR Clarice Yelena Huizen (bayi)

Ukraina Berpotensi Menembak MH017

Segera setelah tertembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines, saling tuduh dan bantah pun dilontarkan Ukraina dan Rusia sebagai pihak yang bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat tersebut.

Di sisi lain, pemberontak Ukraina hampir dipastikan tidak memiliki kemampuan untuk menembak jatuh pesawat yang terbang di ketinggian 10 km karena mereka tidak memiliki sistem persenjataan dengan kondisi tersebut.

“Kami tidak memiliki sistem pertahanan udara seperti itu. Rudal portabel kami hanya bisa menembak pada ketinggian 3.000 – 4.000 meters. Pesawat Boeing itu terbang jauh lebih tinggi,” kata Sergey Kavtaradze, jubir pemerintahan separatis Donetsk People’s Republic kepada Russia Today, Jumat (18/7).

Sementara itu kementrian pertahanan Rusia mengindikasikan Ukraina sebagai penembak jatuh pesawat tersebut. Menurut keterangan mereka, Ukraina memiliki sistem pertahanan udara “Buk-M1” sebanyak 27 peluncur di wilayah Donetsk dimana pesawat Malaysia tersebut jatuh.

“Menurut informasi kami, unit-unit militer Ukraina yang berada di lokasi jatuhnya pesawat dilengkapi dengan sistem peluru kendali “Buk-M1” … Kemampuan senjata ini dapat mendeteksi sasaran udara hingga jarak 160 km dan menembaknya pada ketinggian maksimal dengan jarak 30 km,” kata jubir kemenhan Rusia sebagaimana dikutip kantor berita Ria Novosti.

Sebelumnya kantor berita Itar-Tass dan Interfax menyebutkan bahwa sebuah sistem pertahanan udara yang sama tengah dalam pengiriman ke wilayah Donetsk dari kota Kharkov, Ukraina.

Sementara itu Yury Karash, seorang pilot dan pakar penerbangan Rusia mengatakan kepada Russia Today, “Boeing-777 adalah mesin yang sangat terpercaya. Pesawat modern tidak akan jatuh tanpa alasan. Mari kita ingat bagaimana rudal Ukraina menembak jatuh pesawat TU-154 sepuluh tahun lalu. Saya tidak memungkiri pesawat Boeing-777 (Malaysia Airlines) itu ditembak dengan rudal.”

“Saya bisa katakan bahwa pelakunya kemungkinan besar adalah Ukraina. Sederhana saja karena militer mereka,” tambahnya.

Analis dari IHS Jane’s Defense Nick de Larrinaga juga membantah dugaan pemberontak Ukraina sebagai penembak jatuh pesawat Malaysia Airlines.

“Pada penerbangan normal, pesawat penumpang sipil jauh dari jangkauan rudal portabel yang kami ketahui dimiliki para pemberontak di Ukraina timur,”  kata Nick.

Sementara itu Brigjen (Pur) Kevin Ryan, Direktur Defense and Intelligence Project – Belfer Center for Science and International Affairs, mengatakan kepada CNN bahwa hanya Ukraina dan Rusia yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan sistem-sistem pertahanan udara yang memiliki kemampuan menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH017.

“Membutuhkan latihan panjang dan koordinasi yang rumit untuk menembak dengan tepat. Ini (Buk-M1) bukan senjata yang bisa dikeluarkan dari garasi dan ditembakkan oleh 2 orang,” katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL