india sterilisasiNew Delhi, LiputanIslam.com — Sebelas wanita India tewas setelah menjalani operasi sterilisasi di sebuah klinik pemerintah di negara bagian Chhattisgarh, India tengah. 50 wanita lainnya harus dirawat di rumah sakit, 20 di antaranya dalam kondisi kritis setelah mereka menjalani operasi tubectomi.

Para pejabat setempat membantah telah melakukan tindakan keteledoran, namun 4 orang yang dianggap bertanggungjawab telah ditahan dan polisi telah melakukan penyidikan atas kasus ini. Demikian BBC News melaporkan, Selasa (11/11).

Program sterilisasi digelar pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk India yang saat ini telah mencapai angka 1,3 miliar jiwa. Sebagian besar program ini berlangsung di wilayah-wilayah marginal dimana para wanita bahkan mendapatkan hadiah untuk disterilisasi.

Operasi tubectomi (kebiri) maut itu berlangsung hari Sabtu (8/11) di Desa Pendari, Distrik Bilaspur. Warga setempat mengatakan sebanyak 83 wanita usia antara 26 dan 40 tahun menjalani operasi singkat hanya dalam waktu 6 jam oleh seorang dokter dan asistennya. Tidak lama setelah menjalani operasi, para wanita itu mengeluh sakit dan demam.

Keluarga korban menyebutkan kondisi klinik tersebut sebagai “menjijikkan”.

“Mereka hanya mengoperasi mereka dan kemudian meninggalkan mereka. Itu adalah tempat yang terpencil, tidak ada fasilitas di sana,” kata DR Shinde kepada Associated Press.

Penyelidikan awal menemukan bahwa penyebab kematian adalah infeksi dan pendarahan. Demikian keterangan Wakil Direktur Kesehatan Negara Bagian, Amar Singh kepada Press Trust of India.

BBC melaporkan, para korban umumnya berasal dari kalangan yang sangat miskin. Mereka yang selamat kini mendapat perawatan di 3 rumah sakit berbeda di distrik tersebut.

Yang mengejutkan adalah, salah seorang yang kini ditahan adalah dokter yang tahun lalu mendapat penghargaan karena telah melakukan 50.000 sterilisasi. Demikian sebut BBC Hindi.

Pada awal tahaun 2012 lalu 3 orang ditangkap di negara bagian Bihar setelah melakukan operasi tubektomi terhadap 53 wanita di lapangan tanpa anestesi.

Tubektomi atau operasi sterilisasi pada wanita dilakukan dengan menyekat saluran indung telur untuk mencegah terjadinya pembuahan di rahim. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan klip, klem atau cincin kecil, atau dengan memotong saluran itu.

Meski tergolong mudah, operasi ini menjadi beresiko tinggi jika tidak dilakukan dengan tepat, seperti infeksi dan pendarahan yang bisa berujung maut jika tidak ditangani dengan cepat.

Laporan-laporan menyebutkan, para wanita-wanita miskin di distrik itu mendapatkan insentif sebesar $20 atau sekitar Rp250 ribu untuk mau menjalani sterilisasi. Demikian juga para dokter mendapatkan insentif khusus untuk setiap operasi yang mereka lakukan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL