donbass warLuhansk, LiputanIslam.com — Sekitar 100 pasukan Ukraina tewas dalam sehari pertempuran di wilayah timur negara itu. Demikian klaim kelompok separatis Republik Rakyat Luhansk (LPR), yang bersama kelompok Republik Rakyat Donetsk (DPR) berjuang memperjuangkan kemerdekaan wilayah Donbass (Donetsk dan Luhansk) dari Ukraina.

Kantor berita Norossia News Agency mengutip keterangan  kepala staff kepolisian LPR Serhiy Kozlov, angka korban tersebut dihitung antara pertempuran hari Rabu hingga Kamis (29/1). Demikian sebagaimana dilansir Press TV.

“Musuh mengalami kekalahan besar. Kekalahan yang tidak bisa dipulihkan itu mencapai 100 pasukan, 4 tank, 4 kendaraan lapis baja, 4 mobil dan 2 batere mortir,” kata Kozlov.

Menurut Kozlov, pertempuran terjadi setelah pasukan Ukrainian melancarkan offensif terhadap wilayah Luhansk. Ia menuduh serangan-serangan artileri Ukraina menghantam wilayah-wilayah pemukiman di kota Stakhanov, Donetsky, Pryshyb, Sokilnyky, Smile, Frunze, Vesela Hora, dan Obozne.

Sementara itu beberapa laporan menyebutkan sekitar 16 warga sipil tewas akibat serangan Ukraina, hari Rabu (28/1) di Stakhanov, Krasny Luch, dan Luhansk. Sementara 114 lainnya mengalami luka-luka.

Pertempuran yang terjadi di Ukraina timur ini dipicu oleh aksi pemisahan diri wilayah Donetsk dan Luhansk melalui referendum pada bulan April 2014 lalu, yang dibalas dengan operasi militer besar-besaran Ukraina. Sejauh ini pertempuran telah menewaskan lebih dari 5.000 orang dan membuat lebih dari 1,5 juta orang terusir dari tempat tinggalnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*