LiputanIslam.com – Setelah kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan sejumlah survei ke KPU, sejumlah lembaga survei pun mulai angkat bicara dan bahkan membuka data quick count mereka ke publik.

Dalam acara yang digelar oleh Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), ada 10 lembaga survei yang membuka data mereka dalam proses hitung cepat (quick count) dan exit poll kemarin agar masyarakat bisa mengetahui secara jelas.

10 lembaga survei tersebut adalah Charta Politika, Indikator, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Saiful Mujani Research Center (SMRC), Poltracking, LSI Denny JA, Indo Barometer, Cyrus Network, Populi Center, dan Konsep Indonesia.

“Melalui ekspose data hari ini teman-teman bisa melihat bagaimana hitung cepat dan exit poll dilakukan,” jelas Ketua Umum Persepi, Philip J. Vermonte, di Hotel Morissey Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Mereka membuka data seputar tempat mengambil sampel, metodologi pengambilan sampel TPS, dan bagaimana para pengumpul data dilatih. Mereka pun membuka contoh formulir C1 yang mereka kumpulkan di lapangan.

Mereka pun menjelaskan metodologi sampai muncul hasil persentase dalam quick count yang kemudian diumumkan ke publik. Menurut mereka, quick count berbeda dengan kegiatan survei biasanya. Quick count berdasarkan data asli di TPS sampel, tidak seperti survei biasa yang menekankan opini publik.

“Mungkin kegiatan survei adalah kegiatan persepsi publik, tapi quick count bukan, karena datanya diambil dari hasil yang nyata di TPS,” ujar Philip.

“Hitung cepat sebetulnya mirip kegiatan kita sehari-hari, namun dilakukan dengan lebih saintifik untuk mengumpulkan data dalam hitung cepat dan exit poll,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, Philip pun menyinggung hasil survei internal BPN Prabowo-Sandi yang bertolak belakang dengan hasil mereka.

“Yang minta kami buka data, mau buka datanya juga enggak?” Tandasnya. (Ayu/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*