kelinciWellington, LiputanIslam.com — Lebih dari 10.000 kelinci diburu untuk hidangan perayaan paskah di Selandia Baru tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari jumlah tahun lalu sebesar 8.439, namun jauh lebih rendah dari rekor 23.000 ekor kelinci.

Sputnik News melaporkan, dalam musim perburuan berjuluk “The Great Easter Bunny Hunt” tahun ini, sebanyak 328 pemburu dikerahkan untuk memburu sebanyak mungkin kelinci selama 24 jam. Para pemburu itu dibagi ke dalam 27 tim dengan tiap tim terdiri dari 12 pemburu. Masing-masing tim memberi nama timnya masing-masing seperti Happy Hoppers, Hopper Stoppers, The Anti-pestos, dll.

Tim pemenang, “Down South,” berhasil membunuh 899 ekor kelinci. Ini adalah kemenangan kedua berturut-turut bagi tim ini setelah tahun lalu memenangkan lomba yang sama.

Kelinci bukanlah binatang asli Selandia Baru, melainkan dibawa oleh para kolonialis Eropa pada tahun 1800-an. Tidak ada musuh alami yang memadai dan lingkungan yang mendukung membuat populasi binatang ini tak terkendali dan dianggap sebagai hama lingkungan.

Para aktifis lingkungan hidup selalu memprotes acara tahunan perburuan massal ini, namun mundur ke belakang setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh kelinci-kelinci tersebut, demikian tulis Sputnik News.

“Kelinci-kelinci itu menimbulkan erosi tanah di tanah-tanah pertanian dan berburu menjadi cara paling efektif untuk mengendalikannya,” kata Presiden Alexandra Lions Club Eugene Ferreira kepada Guardian.

“Banyak orang menganggap kelinci adalah binatang lucu, namun bagi petani mereka adalah ancaman nyata. Apa yang kami lakukan jauh lebih baik daripada menyebarkan racun yang membunuh semua mahluk hidup,” tambahnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL