KDRTLondon, LiputanIslam.com — Sekitar sepertiga wanita di seluruh negara Uni Eropa telah mengalami kekerasan baik fisik maupun mental sejak usia 15 tahun. Demikian data dari sebuah survei yang dilakukan oleh European Union Agency for Fundamental Rights. Survei ini merupakan yang terbesar, didasarkan pada wawancara dengan 42 ribu wanita.

Laporan itu menyerukan negara-negara Uni Eropa untuk serius menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga. Menurut mereka, KDRT bukan masalah pribadi, tapi problem masyarakat. Selain itu, undang-undang dan kebijakan yang berkaitan dengan pelecehan seksual harus ditinjau ulang.

Survei ini menanyakan kepada wanita tentang pengalaman kekerasan fisik, seksual, dan psikologis yang mereka terima, baik di rumah maupun di tempat kerja. Survei juga meneliti pengalaman menerima pelecehan seksual dan kekerasan di masa kecil.

Dalam penelitian ditemukan fakta bahwa satu dari 10 wanita telah mengalami beberapa bentuk kekerasan seksual sejak usia 15 tahun, dan satu di antara 20 wanita pernah mengalami pemerkosaan. “Pelecehan mempengaruhi kehidupan banyak perempuan, namun secara sistematis tidak dilaporkan kepada pihak berwenang,” kata Morten Kjaerum dari European Union Agency for Fundamental Rights.

Survei mencatat bahwa 22 persen wanita mengalami kekerasan fisik atau seksual dari pasangannya. Namun, 67 persen menyatakan tak melapor pada pihak berwenang, walau insiden yang dialaminya mengakibatkan luka serius.

Survei ini juga menemukan adanya kaitan antara penggunaan alkohol berat dengan kekerasan dalam rumah tangga.

Kjaerum mengatakan survei menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia yang luas di semua negara anggota Uni Eropa. Dia mendesak negara-negara itu untuk mengambil tindakan untuk memerangi masalah ini.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*