Teheran,LiputanIslam.com-Baru-baru ini kepala CIA mengakui bahwa ia mengirim surat kepada panglima IRGC, Qassem Soleimani. Mike Pompeo mengklaim, dalam suratnya ia memperingatkan agar Iran tidak mengusik tentara AS di Irak.

Menurut Sputnik, pengakuan Pompeo soal isi suratnya terlihat lemah dan akan sangat polos jika kita menerimanya begitu saja. Kantor berita Rusia ini menilai, pasti ada alasan lain di balik penulisan surat Pompeo kepada Soleimani.

Pendapat ini didasari sejumlah dalil:

Pertama, surat itu dikirim di tengah hiruk pikuk operasi pembebasan Bukamal Suriah, bukan di tengah perang di Irak. Tidak logis jika Pompeo menulis surat tentang Irak saat pertempuran sedang terjadi di Suriah.

Kedua, andai surat ini berkaitan dengan Irak, semestinya itu ditujukan kepada pemerintah Baghdad yang membawahkan militer Irak dan al-Hashd al-Shaabi, bukan kepada Soleimani di Suriah.

Ketiga, Soleimani adalah seorang petinggi militer, sedangkan Pompeo adalah pejabat intelijen. Lazimnya korespondensi dilakukan antara pejabat di bidang yang sama. Jadi, semestinya surat itu ditujukan kepada menteri intelijen Iran.

Keempat, AS mencantumkan IRGC dan Soleimani dalam daftar hitamnya. Mereka melarang dunia untuk menjalin kontak dengan keduanya. Namun bocornya surat ini mengungkap bahwa AS sendiri berusaha menjalin kontak dengan dua pihak ini.

Satu-satunya motif korespondesi Pompeo dengan Soleimani adalah, ada sesuatu yang terjadi pada unit intelijen AS hingga mendorong kepala CIA untuk menyelamatkan mereka.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS mengeluarkan ratusan elemen ISIS dari kawasan konflik di Suriah. Jika kita melihat surat Soleimani kepada pemimpin tertinggi Iran ihwal pembebasan Bukamal, kita akan mengetahui bahwa AS berencana menempatkan elemen ISIS yang mereka selamatkan dalam barisan SDF.

Pada hakikatnya, banyaknya frekuensi penerbangan helikopter AS untuk menyelamatkan elemen-elemen ISIS dan gempuran atas pasukan muqawamah membuktikan bahwa mayoritas anggota ISIS adalah antek Amerika. Sementara sisanya adalah yang ditipu ISIS dan harus ditinggal untuk mati.

Banyak dari elemen ISIS ini ditangkap oleh pasukan Suriah dan sekutunya serta mulai diinterogasi. Pasukan muqawamah juga telah mencegah AS menyelamatkan para anggota ISIS.

Dengan ini, kuat dugaan bahwa surat Pompeo bukan berisi ancaman, tapi permohonan agar sekutu Iran di Suriah bersikap ‘lebih lunak’ kepada ISIS dan membebaskan mereka; permintaan agar AS diizinkan mengevakuasi elemen-elemennya dari kawasan.

Untuk itu, pasti Pompeo menawarkan ‘imbalan’ dalam suratnya demi meyakinkan Qassem Soleimani.

Ketidakpedulian Soleimani terhadap surat Pompei pertanda bahwa para sekutu Iran di Suriah tidak akan mengizinkan elemen-elemen AS keluar dengan selamat. Sebab itu, Soleimani bahkan tidak membaca surat itu sama sekali. (af/alalam/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL