Dr. Kevin Barrett*

kevin barretSuatu hari, di awal Oktober 2001. Saya sedang mengemudi di kawasan Madison, Wisconsin Shorewood, sambil mendengarkan BBC News pada radio Wort. Penyiar BBC melaporkan berita tentang sidang kabinet Israel. Kalimatnya berbunyi, “Shimon Peres telah menekan Ariel Sharon untuk menghormati seruan Amerika tentang gencatan senjata. Jangan sampai orang Amerika berbalik melawan Israel. “ Lalu, menurut BBC, Sharon marah dan berbalik ke arah Peres, sambil mengatakan, “Kita terus melakukan sesuatu yang Anda katakan ‘Amerika akan melakukan ini’ dan ‘akan melakukan itu’. Saya ingin memberitahu Anda sesuatu yang sangat jelas: jangan khawatir atas tekanan Amerika pada Israel. Kita, orang-orang Yahudi, mengendalikan Amerika, dan orang Amerika tahu itu. ”

Saya  tertegun mendengarnya. Sombong sekali!

Setelah berpikir sejenak, saya menyadari, bukanlah kesombongan Sharon yang membuat saya tertegun, tetapi bahwa BBC telah melaporkan peristiwa itu. Sekarang, fakta ini (bahwa Yahudi menguasai AS) sudah terekam – tak terbantahkan – dan merupakan bagian yang tidak dapat dihilangkan dari catatan sejarah. Tentunya media mainstream Amerika akan memuat kejadian ini di seluruh halaman depan! Ini bisa memulai dialog nasional yang telah lama ditunggu-tunggu, tentang kekuatan lobi Israel. Bahkan bisa menjadi titik balik-akhir perbudakan Amerika di kaki Israel.
Setidaknya, siaran BBC ini akan memulai debat nasional: Apakah Sharon benar? Atau ia melebih-lebihkan?

Namun, selama beberapa hari berikutnya, saat saya cermati berbagai media AS, saya tidak mendapati apapun. Tidak ada. Kata-kata Sharon itu telah dikubur. Seolah-olah itu tidak pernah terjadi.

Kata-kata Sharon “Kita orang Yahudi yang mengendalikan Amerika”  adalah kalimat yang keterlaluan, penuh skandal, dan menarik perhatian. Jika ditaruh di headline koran, pastilah koran-koran akan laku keras. Tentunya media komersial, yang selalu mencari uang, akan mengaduk kalimat itu dengan berita-berita lain sehingga lebih bombastis. Benar, bukan? Salah.

Untuk beberapa alasan aneh, laporan BBC menguap begitu saja.

Pada tahun 2005, ketika Sharon mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri, saya diundang untuk sebuah talk show di radio Wort. Pembawa acaranya adalah seorang wanita Israel yang memuja Sharon. Saya bertanya kepadanya, mengapa media telah mengubur kata-kata Sharon itu, “kita orang Yahudi yang mengendalikan Amerika”. Wanita itu naik pitam, mengatai saya anti-Semit, dan menutup telepon.

Jadi, mengapa media AS menyembunyikan kata-kata Sharon itu? Mantan wartawan New York Times, Phillip Weiss, telah menawarkan penjelasan yang paling masuk akal. Dia mengatakan sebagian besar pengambil keputusan dalam arus utama jurnalisme Amerika adalah orang Yahudi, dan bahwa mereka merasa diri mereka adalah baris terakhir pertahanan Israel.

Tampaknya Sharon memenangkan debatnya dengan Peres. Zionis Yahudi mengendalikan Amerika sehingga meskipun Perdana Menteri Israel itu berteriak keras ‘Kami mengendalikan Anda!”, orang Amerika tidak diperbolehkan untuk mendengarnya.

Dan seperti yang dikatakan Gilad Atzmon, “kekuasaan Yahudi adalah kemampuan untuk membuat kita untuk berhenti berbicara tentang kekuatan Yahudi.” (DW/liputanislam.com/veteranstoday.com)

 

*Dr Kevin Barrett, adalah pakar Arabist-Islamolog, dan pengkritik terkenal atas Perang Melawan Teror. Dia pernah mengajar di berbagai perguruan tinggi di San Francisco, Paris, dan Wisconsin. Saat ini ia bekerja sebagai penulis dan analis politik di berbagai media. Tulisan ini dimuat di Veteran Today.

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL