Tony Cartalucci-bigTony Cartalucci*

Cui bono, siapa yang mengambil keuntungan dari tragedi ini?

Di saat krisis Ukraina masih belum menemukan titik akhir, jatuhnya pesawat komersil Malaysia Boeing 777,  justru menjadi hal yang menguntungkan bagi NATO dan Rezim Boneka di Kiev.

Beberapa unit pasukan terpilih dari Kiev yang ditempatkan di Ukraina bagian timur, kini telah hancur. Di sebelah Barat, terjadi perbedaan pendapat antara tentara dengan pemerintah – dan tentara tidak mau bergerak ke timur untuk bertempur. Upaya NATO untuk menjebak Rusia untuk memasuki wilayah Ukraina, dan usaha menggiring opini global untuk melawan Moskow, juga mengalami kegagalan berulang kali.

Akhirnya, kartu terakhir yang bisa dimainkan AS adalah menjatuhkan berbagai sanksi kepada Rusia.  Namun sayang, hal itu malah dicemooh, lantaran tidak efektif dan tidak berpengaruh. Bahkan perusahaan-perusahaan AS mengutuk berbagai sanksi itu karena mengakibatkan perusahaan AS hanya bisa melakukan interaksi yang terbatas dengan Rusia. Dalam situasi ini, kompetitor AS (negara-negara Eropa) yang untung, bebas bertransaksi tanpa memiliki pesaing.

Satu-satunya langkah AS yang diprediksi efektif untuk menghancurkan Rusia adalah sanksi multilateral yang membutuhkan dukungan internasional, namun hingga kini, sanksi tersebut tidak bisa diberlakukan.

 

FAA AS: Larangan Terbang di Wilayah Udara Ukraina

Memang, ini sebuah skenario telah disesuaikan dengan kepentingan NATO. Di satu sisi,  US Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Administasi Penerbangan AS menyatakan bahwa wilayah udara Ukraina terlarang bagi semua pesawat yang berada di bawah yuridiksinya. Namun di sisi lain, maskapai lainnya dibiarkan terus terbang di kawasan zona perang selama berbulan-bulan. The Atlantic, merilis laporan yang berjudul ”The FAA’s Notice Prohibiting Airline Flights Over Ukraine” atau Pemberitahuan: FAA Melarang Penerbangan Pesawat di Ukraina”. Di dalamnya tercantum:

Tanya:
Apakah otoritas penerbangan mengetahui bahwa zona perang adalah area yang berbahaya?

Jawab:

Ya, mereka mengetahui. Kurang lebih tiga bulan yang lalu, terbit aturan khusus yang dilansir di situsnya, bahwa FAA mengeluarkan perintah yang melarang pilot Amerika, maskapai penerbangan, operator charter, dan siapapun yang diyurisdiksi langsung oleh FAA, untuk terbang di kawasan udara Ukraina.

 

Kelompok Pejuang pro-Rusia Gunakan Man-Portable-Air-Defense

Kelompok pejuang pro-Rusia di Ukraina timur yang telah berhasil menembak  helikopter milik militer Ukraina, jet tempur, dan bahkan pesawat angkut militer – semuanya menggunakan rudal  jenis formsof man- portable-antiair-missile (lihat gambar diatas). Dan rudal  itu, tidak mampu untuk menjangkau pesawat Malaysia Boeing 777 yang terbang diatas ketinggian 33.000 kaki. Mengapa? Karena jarak tersebut, jauh dari jangkauan efektif sistem pertahanan  rudal jenis man-portable-anti air–missile.

Sedangkan sistem senjata yang disinyalir penyebab jatuhnya pesawat MH17, adalah jenis “Buk radar guided, tracked-vehicle mounted, anti-aircraft missile system.”

Buk anti-air missile system, rudal yang menjatuhkan pesawat MH17

Buk anti-air missile system, rudal yang menjatuhkan pesawat MH17

The New York Times, dalam artikelnya yang berjudul “Malaysia Airlines plane feared shot down in Ukraine near Russian border,” mengungkapkan:

“Anton Gerashenko, Penasehat Menteri Dalam Negeri Ukraina, mengatakan di akun Facebooknya, bahwa pesawat MH17 terbang pada ketinggian 33.000 kaki ketika bertabrakan dengan sebuah rudal, yang ditembakkan dari sebuah peluncur Buk, seperti dilaporkan Interfax, kanot berita Ukraina.”

Tidak jelas, apakah kelompok pejuang di Ukraina timur memiliki sistem Buk dan jikalaupun mereka memilikinya – juga tidak jelas apakah mereka mampu mengoperasikan sistem tersebut.

Dan jika kelompok ini memiliki sistem Buk, pasti jumlahnya tidak banyak. Kiev sendiri mengklaim bahwa sistem ini diberikan oleh Rusia. Dan Kiev juga menyangkal, bahwa sistem Buk yang mereka miliki telah lenyap. Hanya saja, kalaupun Rusia mempersenjatai kelompok pejuang di Ukraina timur [dengan senjata canggih], pastinya, tidak akan memberikan sistem Buk. Mengapa demikian?

Karena sistem ini, saat digunakan pertama kali – terlepas dari apapun sasarannya, Buk akan tetap kembali ke alur asalnya: menuju Moskow.

Lalu, siapa yang diuntungkan dalam tragedi ini?

Sejauh ini, Rusia sebagai pemegang “kartu” terkuat telah mampu bertahan dari upaya NATO yang ingin menjerumuskannya ke dalam chaos yang ditimbulkan oleh NATO. NATO telah memperkeruh konflik Ukraina karena mendukungan kelompok bersenjata neo-Nazi.  Tentunya, Rusia tidak akan menyia-nyiakan “kartunya” dengan memberikan sistem [Buk] kepada kelompok pejuang pro-Rusia; toh selama ini  mereka sudah mampu untuk menghancurkan jet-jet Ukraina dengan rudal man-portable.

Rusia, dan kelompok pejuang yang beroperasi di Ukraina Timur sama sekali tidak mendapat keutungan apapun dari aksinya menjatuhkan pesawat komersil. Justru, mereka sangat dirugikan.

NATO dan Rezim Boneka Kiev, tentunya akan menuding pihak lain sebagai pelaku penembakan. Apalagi, pesawat Malaysia yang jatuh ini, adalah jenis yang sama dengan pesawat Malaysia Boeing 777 (MH370) yang hilang secara misterius beberapa bulan yang lalu. Tentunya, atas propaganda Barat, perhatian penuh  dari penjuru dunia akan mengarah kepada Rusia dan kelompok pejuang di Ukraina timur – sebagai pihak yang harus disalahkan.

Kehendak untuk menyatukan negara-negara  Eropa dan sekutu  Barat lainnya, untuk berdampingan dengan NATO dan AS – guna melakukan intervensi langsung kepada Ukraina – akan menjadi tajuk utama pemberitaan di seluruh dunia. Tentu saja, wacana ini adalah opsi yang diharapkan AS dan NATO di tengah sulitnya kondisi AS dalam krisis Ukraina.

Jika jatuhnya MH317 tidak disebabkan oleh kesalahan identifikasi, maka untuk menjawab pertanyaan “Siapa yang diuntungkan dengan tragedi ini?” Maka jawabannya sudah jelas: NATO. (ba/LiputanIslam.com)

 

*Tony Cartalucci adalah analis politik yang selama ini aktif mengungkap berbagai skenario AS dan Zionis di Timteng dan dunia.

Tulisan ini diterjemahkan dari  http://www.globalresearch.ca/malaysian-airlines-flight-mh17-downed-over-warzone-ukraine-who-was-behind-it-cui-bono/5391840

——————-

Baca Rubrik Analisis sebelumnya: ISIS dan Upaya Menyerang Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL