London,LiputanIslam.com-Redaktur Rai al-Youm menyatakan, John Bolton dipekerjakan untuk menebar ketakutan. Namun saat trik ini gagal, dia ditendang keluar secara terhina.

Dalam artikel berjudul “Siapakah orang di Timteng yang berduka atas pemecatan Bolton?” Abdel Bari Atwan membahas dalil dan dampak dipecatnya penasihat keamanan nasional AS.

“Bolton meninggalkan posisinya tanpa sanggup mewujudkan impiannya untuk merayakan perubahan pemerintahan Iran di Teheran. Padahal ia telah menjanjikannya dalam pertemuan tahunan kelompok oposisi Iran di Paris.

“Dia juga pergi dengan Venezuela masih diperintah oleh Nicolas Maduro, bukan oleh Juan Guaido. Ibukota Korut, Pyongyang, juga masih berdiri tegak tanpa dibombardir. Bolton pergi saat masih banyak impian semacam ini dalam daftarnya,”tulis Atwan.

“Ada banyak orang yang frustasi usai menerima kabar pemecatan Bolton. Yang paling utama adalah Benyamin Netanyahu (PM Israel) dan sejumlah penguasa Arab di Teluk, khususnya Saudi dan UEA. Mereka berharap, dengan adanya Bolton di kabinet AS, Iran akan diserang dan digulingkan, sehingga muncul sebuah pemerintah pro-AS yang keputusan pertamanya adalah membuka kedubes Israel di Teheran,”lanjutnya.

Menurut Atwan, Bolton datang ke Gedung Putih lantaran sikap radikalnya terhadap Arab dan Muslim. Dia juga menentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan, Irak, dan Suriah. Trump selalu diprovokasi olehnya untuk meluluhlantakkan tiga negara itu, walau harus menggunakan bom nuklir.

“Trump mengaku, Bolton dipecat karena perbedaan pendapat dengan dirinya terkait sejumlah isu. Ini klaim konyol, karena Trump sendiri yang memberi jabatan kepada Bolton. Bolton dipilih lantaran sikap radikalnya dalam berkas-berkas regional, khususnya Iran, Korut, dan Venezuela,”tandas Atwan.

“Tidak ada penjelasan untuk kontradiksi ini, kecuali kita mengatakan bahwa Trump mempekerjakan Bolton sebagai penebar horor. Namun saat upaya ini gagal karena Iran, Venezuela, dan Korut tidak mau tunduk, maka peran Bolton berakhir dan diusir secara terhina,”imbuh Atwan.

Atwan berkeyakinan, Bolton kerap mengumbar ancaman perang, tapi tak punya nyali untuk itu. Sebab dia percaya bisa menuntut banyak dari musuh-musuh AS melalui perundingan. Oleh karena itu, dia terus mengemis untuk bertemu dengan petinggi Korut dan Iran.

“Dengan dipecatnya Bolton, kemungkinan perang atas Iran sangat berkurang. Besar kemungkinan bahwa para penguasa Arab yang mendukung perang atas Iran mengibarkan bendera duka cita atas kepergian Bolton. Namun, dengan alasan-alasan yang sudah jelas, kami tidak akan bergabung dalam duka cita mereka,”pungkas Atwan. (af/alalam)

Baca Juga:

Ancaman Perang Berkurang dengan Mundurnya Bolton

Video: Sirine Berbunyi di Israel, Netanyahu Hentikan Pidato dan Kabur

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*