Teheran,LiputanIslam.com-Usai kegagalan konspirasi atas Lebanon dan Hizbullah, menlu Saudi dalam statemen terbarunya menyatakan, Lebanon ‘disandera’ oleh sebuah ‘negara asing’ melalui Hizbullah yang merupakan sebuah ‘kelompok teroris.’ Menurutnya, persenjataan milisi pro-Iran ini harus dilucuti.

Tidak sulit ditebak bahwa yang dimaksud Adel Jubeir dengan ‘negara asing’ adalah Republik Islam Iran, karena setelah itu ia menuduh negara tersebut sebagai pemicu kekacauan di kawasan.

Jubeir pada Jumat (1/12) menyebut kondisi Lebanon ‘memprihatinkan’ dan mengklaim bahwa negara itu baru bisa berbahagia jika senjata Hizbullah dilucuti.

“Selama ada kelompok milisi di Lebanon, tidak akan ada perdamaian di sana,”ujar Jubeir dalam pidatonya di konferensi “Dialog Mediterania” di Italia.

Tampaknya Jubeir tak terbantu oleh daya ingatnya yang berjangka pendek. Sebab belum satu bulan berlalu sejak skandal Saudi yang mengundang Saad Hariri ke Riyadh dan memaksanya mundur dari jabatan perdana menteri. Media-media regional dan internasional menyatakan bahwa Riyadh telah menawan dan menyandera seorang pejabat resmi Lebanon.

Jubeir tidak menyadari bahwa negaranya telah melakukan tindakan aneh yang bertentangan dengan etika internasional terhadap Lebanon. Kali ini pun dia berusaha kembali merancang konspirasi atas Hizbullah dan Iran dengan tindakan cerobohnya.

Berlawanan dengan ekspektasi Riyadh, pemaksaan pengunduran diri Hariri bukan hanya tidak memicu gejolak politik di Lebanon, tapi justru menyatukan semua kelompok di sana, mulai dari Hizbullah hingga partai al-Mustaqbal dan para tokoh seperti Michel Aoun (presiden Lebanon). Mereka semua mengecam intervensi Saudi dan menuntut agar Hariri segera dipulangkan ke negaranya.

Menurut harian al-Akhbar yang dikutip dari sumber-sumber di Riyadh, Hariri masih tetap seperti seorang ‘tawanan’ walau dia telah dibebaskan. Dia ‘ditugaskan’ untuk memfokuskan perhatiannya pada satu tujuan, yaitu mendiskreditkan Hizbullah.

Jubeir mengatakan,”Hizbullah menguasai Lebanon, atau melakukannya dengan cara cerdik….Mereka (Hizbullah) menyatakan bahwa senjata-senjata mereka untuk muqawamah (resistansi). Baik, lalu apa yang dilakukan ‘muqawamah’ ini di Libya, Irak, Yaman, atau Suriah? Mereka hanya sedang mewujudkan keinginan-keinginan Iran.”

Sepertinya Jubeir kembali lupa bahwa Hizbullah adalah sebuah partai politik yang eksis dalam pemerintahan Lebanon melalui proses diplomatik. Sedangkan Saudi adalah negara tanpa demokrasi dan pemilihan serta tunduk di bawah monarki.

Selain itu, senjata Hizbullah adalah masalah yang diterima dengan tangan terbuka di Lebanon, sebab itulah yang menjaga negara itu dari gangguan Israel. Bahkan Emile Lahoud, mantan presiden Lebanon beragama Kristen, pernah menyatakan, andai bukan karena senjata Hizbullah, Israel sudah lama menduduki Lebanon. Dia juga berpendapat bahwa Saudi tidak sanggup menyerang Iran.

Sebagai orang yang memusuhi Iran karena dipengaruhi Amerika dan Rezim Zionis, mungkin bisa ‘dimaklumi’ bahwa Jubeir harus merilis pernyataan tak berdasar semacam ini demi menunjukkan kesetiaan kepada para majikannya.

Oleh: Ahmad Niknam (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL