mark-talianoOleh: Mark Taliano

Kisah-kisah nyata tentang warga Suriah tidak muncul dalam pemberitaan media mainstream. Saya pun menanyakan kepada seorang pemuda bernama Ammar tentang kehidupannya di Suriah. Inilah yang ditulisnya:

 “Seperti biasanya, pagi itu adik saya pergi ke kampus ketika teroris takfiri Salafi-Wahabi melakukan pengeboman bunuh diri dengan meledakkan bom di halte bus. Banyak mahasiswa dan warga sipil yang gugur syahid atau cedera. Sepuluh menit kemudian, pengebom bunuh diri lainnya meledakkan dirinya di tempat yang sama, ketika banyak kerumunan dan tim ambulans. Biasanya ketika ada serangan teror, kami segera menelpon semua anggota keluarga dan teman-teman untuk memastikan mereka baik-baik saja. Namun kali tidak tidak ada jawaban! Kemudian kami mulai mencari di rumah sakit. Saya sangat shock melihat pemandangan berdarah-darah di sana; banyak jasad terluka bakar dan bagian tubuh manusia berada di lantai, di sanalah saya melihat tubuh adik saya tanpa nyawa…”

Hampir setiap pemberitaan dari media Barat mendemonisasi (memburuk-burukkan) Vladimir Putin.  Ammar, ternyata memiliki kontak langsung dengan aktivis Rusia.  Berikut ini tanggapannya.

“Mengenai bantuan dari Rusia, saya lihat bahwa bantuan kemanusiaan terbesar yang diberikan oleh saudara kami bangsa Rusia adalah bantuan dalam memerangi teroris brutal yang didukung AS dan NATO, dan bantuan kepada tentara Suriah dalam melawan teroris, serta berdiri tegak membela Suriah di forum internasional. Namun mereka juga mengirim bantuan berupa makanan, seperti gula, teh, daging dan ikan kaleng, bantuan medis yang meliputi obat-obatan, suplai medis darurat, antibiotik, dan berbagai  obat untuk penyakit lainnya, serta para dokter yang memeriksa kesehatan warga. Bantuan ini disampaikan langsung oleh pihak Rusia kepada orang-orang yang membutuhkan. Karena sanksi ekonomi dari AS dan Eropa, harga-harga menjadi mahal, situasi ekonomi semakin sulit, aset pabrik-pabrik dijarah oleh teroris lalu dijual murah ke Turki. Semua ini meningkatkan penderitaan warga Suriah, apalagi mereka juga menargetkan Bank Sentral Suriah sehingga nilai pound Suriah anjlok.”

Menanggapi pemberitaan Barat yang menampilkan citra buruk tentang pemerintah Suriah, dan di saat yang sama mendukung para teroris, atau membuat narasi yang membingungkan publik dalam rangka melindungi para teroris, Ammar menjawab,

“Mengenai pemerintah Suriah, kami mendukung kebijakan rekonsiliasi nasional, kami mendukung reformasi melawan korupsi, juga kami mendukung sekularisme melawan Salafi Wahabi; kami berharap pemerintah dan tentara Suriah semakin kuat.

Mengenai bantuan Rusia, saya melihatnya sebagai bentuk penyelamatan warga Suriah dan penyeimbangan kekuatan dunia di hadapan dominasi AS. Israel masih menduduki Dataran Tinggi Golan, masih memberi bantuan medis kepada teroris Al Qaeda dan mengizinkan mereka untuk menggunakan kawasan itu untuk menyerang tentara Suriah, bahkan militer Israel beberapa kali memberikan bantuan dalam serangan itu, termasuk dengan mengebom beberapa situs militer di Suriah selatan.

AS adalah dalang dan kekuatan utama yang merencanakan perang terhadap Suriah dan sejak hari pertama AS telah menggunakan Al Qaeda sebagai proxy. AS mendirikan Al Qaeda, mempersenjatai, membangun kamp pelatihan militer di Jordan dan Turki. Baru-baru ini AS bahkan memberikan back-up udara kepada ISIS dengan menembaki tentara Suriah di Deir Ezzor sehingga membuat ISIS berhasil menguasai kawasan strategis. Sepertinya, ISIS memiliki angkatan udara yang bernama “Angkatan Udara AS”! AS telah berbohong tentang Irak, Libya dan saat ini berbohong tentang Suriah. Mereka mengebom infrastruktur Suriah di bawah kedok membasmi terorisme.”

Namun, menghadapi semua kenyataan ini, Ammar tetap optimis.

“Suriah akan terus tegak menghadapi perang terburuk dalam sejarah manusia dan menjadi medan tempur bagi seluruh dunia. Agresi terhadap negara saya kini telah berubah dari perang proxy menjadi perang sesungguhnya, yang ditampilkan oleh invasi Turki, serangan Israel dan tentara koalisi AS. Tetapi Suriaj akan menang. AS dan sekutunya tidak membaca sejarah! Semua kekuatan kolonial tumbang di gerbang Suriah, seperti Perancis dan Ottoman; kami akan melakukannya lagi.”

Kisah nyata tentang Suriah telah didokumentasikan sepenuhnya oleh sumber-sumber Barat selama bertahun-tahun, namun tidak ditampilkan kepada publik. Tulisan Ammar membawa kebenaran ini ke permukaan, menembus kabut yang diciptakan media mainstream yang memiliki tujuan tak tertulis menciptakan perang global, penderitaan, dan kemiskinan. (LiputanIslam.com)

*Mark Taliano adalah pengamat dan aktivis anti perang, tinggal di AS. Tulisan ini diterjemahkan dari globalresearch.ca

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL