Oleh: Tony Cartalucci

Baru-baru ini Amnesty International (AI) merilis laporan setebal 48 dengan judul “Suriah: Rumah Jagal Manusia: Penggantungan Massal dan Pembunuhan di Penjara Saydnaya” . Inti laporan ini adalah:

…pemerintah Suriah melakukan kejahatan kemanusiaan di penjara Saydnaya. Amnesty International menyerukan agar segera dilakukan penyelidikan independen dan tidak memihak atas kejahatan yang terjadi di Saydnaya.

Namun demikian, hanya dengan membaca sekilas saja, di bawah judul “Methodology,” kita temukan bahwa AI mengakui, mereka tidak punya bukti fisik untuk membuktikan apa yang disampaikan narasumber yang mengaku sebagai mantan tahanan dan mantan pekerja di Saydnaya, demikian juga para oposisi Suriah (yang menjadi narasumber).
AI mengakui dalam laporan itu bahwa mereka tidak punya akses sama sekali terhadap penjara itu, dan para nara sumber juga tidak memberikan bukti yang relevan yang berasal dari atau sekitar penjara.
Satu-satunya bukti foto penjara tersebut adalah foto yang diambil dari satelit luar angkasa. Foto lainnya adalah 3 pria yang mengaku kehilangan berat badan selama dipenjara, dan sebuah foto sertifikat kematian 8 orang penghuni penjara yang diberikan kepada anggota keluarga [orang yang tewas itu]. Sertifikat itu, kalaupun asi, tidak memberikan bukti adanya penyiksaan atau pembunuhan di dalam penjara.

Sudah ada beberapa artikel yang ditulis para pengamat mengenai ketidakvalidan laporan AI. Namun ada penjelasan yang masih terlewat, yaitu fakta bahwa AI mengakui bahwa penyajian akhir (pembuatan video simulasi) laporan ini dibuat di Inggris, di kantor AI di Inggris, menggunakan proses yang mereka sebut ‘arsitektur forensik’. Dalam proses ini, kekurangan bukti aktual, fisik, fotografi, dan video, digantikan oleh animasi 3D dan efek suara yang diciptakan oleh desainer yang disewa oleh AI.

Amnesty Menyewa Pakar ‘Special Effect’ untuk Merekayasa ‘Bukti’

Dalam sebuah video yang diproduksi AI sebagai pelengkap laporan mereka, berjudul “Di dalam Saydnaya: Penjara Penyiksaan di Suriah’ narator mengakui di awal [film] bahwa AI tidak memiliki bukti aktual terkait penjara tersebut.
Narator mengatakan, “Hampir tidak ada gambar/foto bagian luar dan dalam penjara [kecuali foto satelit]. Dan yang terjadi di dalamnya masih menjadi rahasia sampai sekarang.”
Penonton awalnya digiring untuk percaya bahwa bukti telah ditemukan, dengan memperlihatkan apa yang terjadi di dalam penjara, tetapi narator berkata, “Kami telah menemukan cara unik untuk mengungkapkan kehidupan di dalam penjara penyiksaan. Dan kami melakukannya dengan berbicara kepada orang-orang yang pernah berada di sana dan mengalami kengerian di dalamnya…

… dan menggunakan ingatan mereka dan kesaksian orang lain, kami telah membangun model 3D interaktif yang dapat membawa Anda untuk pertama kalinya ke dalam Saydnaya.

Narator kemudian menjelaskan:
Dalam kolaborasi unik, Amnesty International telah bekerja sama dengan “Arsitektur Forensik” dari Goldsmiths, University of London, untuk merekonstruksi baik suara dan arsitektur penjara Saydnaya, dan membuat model dengan menggunakan teknologi mutakhir digital.

Dengan kata lain, video tersebut bukanlah akumulasi dari fakta dan bukti yang dikumpulkan di Suriah tetapi direkayasaa sepenuhnya di London menggunakan model 3D, animasi, dan perangkat suara, berdasarkan kesaksian orang-orang yang mengaku pernah berada di penjara, atau yang terakit dengannya.
Eyal Weizman, sutradara dari “Arsitektur Forensik” mengakui bahwa “ingatan” adalah satu-satunya basis dari laporan AI.

“Ingatan adalah satu-satunya sumber yang kami gunakan untuk memulai rekonstruksi. Bagaimana rasanya menjadi tahanan di Saydnaya?” kata Weizman.

Organisasi Weizman (Forensic Architecture) dalam website-nya mendeskripsikan kegiatan mereka sebagai berikut.

“Forensic Architecture adalah badan penelitian yang berbasis di Goldsmiths, University of London. Organisasi ini beranggotakan para arsitek, pembuat film, akademisi, ahli hukum, dan saintis untuk melakukan penelitian yang mengumpulkan dan menyajikan analisis spasial dalam bidang hukum dan politik.”

Kami menyajikan bukti untuk tim ‘penghukuman’ (prosecution) internasional, organisasi politik, LSM, dan PBB, dalam berbagai proses di seluruh dunia. teams, political organisations, NGOs, and the United Nations in various processes worldwide. Additionally, the agency undertakes historical and theoretical examinations of the history and present status of forensic practices in articulating notions of public truth.

Dengan kata lain, para ahli spesial efek yang biasanya digunakan untuk menciptakan film fiksi untuk inddustri hiburan untuk menyajikan sesuatu yang ‘belum ada’, kini digunakan untuk menciptakan buktii dalam konteks politik, yang realitasnya tidak ada.
Dengan demikian AI telah merusak reputasinya sendiri dengan menggunakan teknik penipuan untuk memanupulasi emosi publik. Yang dilakukan AI bukanlah membela HAM melainkan propaganda perang yang berkedok membela HAM. Karena film rekayasa ini telah diberitakan oleh media-media mainstream seperti BBC, CNN, the Independent, dan lain-lain, mengungkap hal ini akan mencegah digunakannya sains dan teknologi untuk membohongi publik di masa depan.

Sumber: http://landdestroyer.blogspot.co.id/2017/02/amnesty-international-admits-syrian.html

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL