faiz abu shamalahOleh: Dr. Fayez Abu Shamalah*

LiputanIslam.com – Terlepas dari suka atau tidaknya sebagian orang terhadap kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Barat dengan Iran. Terlepas dari hubungan kesepakatan ini dengan perkembangan yang terjadi di kawasan Arab, atau terlepas dari penafsiran sebagian orang bahwa kesepakatan ini merupakan konspirasi anti-Arab, atau bahwa ini merupakan pengkhianatan AS terhadap para sekutunya di kawasan, atau bahwa ini akan berdampak negatif bagi penduduk kawasan.

Dan terlepas pula dari kemurkaan Israel -entah dibuat-buat, sebagaimana diklaim sebagian orang, atau memang demikian- sesungguhnya tafsiran yang akurat terhadap realitas Arab mengharuskan kita untuk menghormati dan mengapreasi apa yang diwujudkan oleh bangsa Iran berupa prestasi sains dan politik yang telah menempatkan negara ini pada level negara-negara besar, sehingga merekapun merayakan kemenangan, menari-nari dan bernyanyi atas kebrilianan para pemimpin politik mereka yang telah berunding dengan beberapa negara Barat, terutama AS, dalam keadaan mereka terjerumus dalam blokade dan sanksi ekonomi.

Jika Arab ingin belajar maka Arab harus mengakuai bahwa politik tak terjamah kecuali dengan kekuatan, bahwa dunia tidak menaruh hormat kecuali kepada pihak-pihak yang kuat, dan bahwa manifestasi utama kekuatan adalah kekuatan bangsa di ranah sains, politik, sosial, ekonomi dan spiritual, bukan kekuatan penindasan, represi dan pemenggalan terhadap kekuatan rakyat.

Arab harus mengakui bahwa pemerintah Iran telah bertahun-tahun menjalani perundingan dalam kondisi diancam, baik ancaman militer maupun ancaman peningkatan sanksi ekonomi. Kita harus mengakui bahwa Iran pantang menyerah, tak gentar di depan pengerahan kapal perang, tak mundur di depan latihan-latihan perang, benderanya tetap berkibar meskipun pertumbuhan ekonominya terhambat selama bertahun-tahun, dan sebaliknya Iran justru menjadi negara rival yang pantang masuk dalam kavilah Barat untuk menjadi negara tak bermartabat dan tanpa identitas nasional.

Bangsa-bangsa Arab harus belajar dari pengalaman bangsa Iran dan menjadikannya sebagai formula kemenangan, bukan malah menunjukkan ketakutan terhadapnya. Bangsa-bangsa Arab dalam perjalanannya harus menjadi seperti bangsa Iran, Turki, India, Korea, Tiongkok dan bahkan bangsa-bangsa Afrika. Menghadapi kenyataan dan bertindak untuk menciptakan perubahan lebih pantas dilakukan oleh bangsa-bangsa terhormat daripada lari dari kenyataan yang lalu timbul anggapan bahwa kegagalan Arab di segala bidang disebabkan oleh keberhasilan pihak lain.

Kemenangan yang dicapai bangsa Iran muncul bukan dari ruang hampa. Bangsa Iran dapat bangkit dan berdiri sejajar dengan negara-negara besar tak lain karena mereka adalah bangsa yang pantang terbelah menjadi beberapa otoritas politik. Iran tetap menjadi negara yang satu ketika Arab berkeping-keping menjadi lebih dari 20 negara. Iran memilih demokrasi sebagai jalan untuk mencapai kekuasaan, sementara Arab memilih pengerahan tank sebagai cara untuk berkuasa. Iran bersikeras membekali para pejuang Lebanon dan Palestina dengan senjata dan terus menerus memusuhi Israel ketika Israel justru menjadi sahabat sebagian negara Arab yang malah memandang muqawamah (perlawanan terhadap Israel) sebagai aksi teror.

Bangsa-bangsa Arab hendaknya tidak mencemooh Iran atas kemajuan, keunggulan dan kemenangannya. Cemoohan adalah bahasa orang-orang tak berdaya. Sudah sepatutnya Iran menjadi teladan bagi semua negara dan bangsa yang mengejar kepentingannya, menjalin aliansinya, dan membuka jalan kebangkitannya sesuai kemampuan dan cita-citanya.

Bangsa-bangsa Arab harus menumpahkan segala cemoohan dan celaannya justru terhadap para penguasa Arab sendiri yang enggan memberikan kepada rakyat barang sekali saja kesempatan untuk mengekspresikan jatidirinya dan menggalang kemajuan di kancah politik, ekonomi, sains, intelektualitas dan kebudayaan. (mm)

*Kolumnis Arab, diterjemahkan dari artikelnya “La Talumu Iran” (Jangan Mencela Iran) yang  dimuat di media online Arab “Rai al-Youm”, 6 April 2015.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL