Damaskus,LiputanIslam.com-AS pada Rabu (19/12) secara mendadak mengumumkan rencana untuk keluar dari Suriah. Namun sejumlah pengamat meragukan keputusan tersebut dan menganalisis tujuan-tujuan di balik pengumuman tersebut.

Para pengamat ini menilai, keputusan mendadak ini bukan disebabkan ‘berakhirnya misi AS untuk membasmi ISIS,’ sebagaimana yang diaku oleh Donald Trump. Seperti yang diketahui, Trump kerap mengambil keputusan impulsif, tanpa didahului sebuah pertimbangan panjang. Salah satu buktinya adalah keterkejutan Benyamin Netanyahu atas keputusan ini. Dengan melihat pengalaman di masa lalu, yaitu saat keputusan Trump berubah 180 derajat dari keputusan sebelumnya, besar kemungkinan bahwa dia akan meralat keputusan ini, terutama jika ada penentangan dari dalam AS.

Dengan melihat cuitan Trump hari ini di Twitter, bahwa dia “tidak berminat untuk menjadi polisi di Timur Tengah,” dan dengan melihat permohonan sejumlah negara Arab di Teluk (Persia) beberapa waktu lalu agar AS bertahan di Suriah, yang direspon Trump dengan mengatakan bahwa AS bersedia bertahan asal dibiayai negara-negara Arab tersebut, tampaknya Trump di balik pengumuman keluarnya AS dari Suriah ini mengincar sebuah kesepakatan ekonomi besar, yang bisa jadi kontennya akan diungkap oleh media-media.

Trump mengklaim, AS memutuskan angkat kaki dari Suriah karena ISIS sudah dimusnahkan. Padahal, riwayat kelompok ini sudah tamat dalam perang-perang di Mosul dan Aleppo. Yang tersisa hanya sejumlah kelompok penganut ideologi ISIS yang kadang masih menampakkan diri mereka.

Dalam situasi semacam ini, Trump bukan hanya harus menjawab pertanyaan utama ”kenapa AS tidak keluar dari Suriah sebelum ini?,” tapi juga harus memberikan alasan kenapa dia “menyerahkan medan kepada Iran dan Rusia?”

Meski para pengamat memprediksi munculnya sebuah kesepakatan finansial besar di balik pengumuman keluarnya AS dari Suriah, namun mereka belum berani memastikan, di ibukota negara Arab manakah kesepakatan ini akan dibuat. Yang jelas, mereka berpendapat bahwa ada kemungkinan AS akan kembali ke Suriah. Satu hal yang sudah pasti, sejak tahun 2004 hingga sekarang, eksistensi AS di Suriah adalah ilegal, sebab selain tidak diundang oleh Damaskus, Paman Sam juga tidak mendapat izin dari PBB. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*