andrevltchek

Oleh: Andre Vltcheck*

Tahun berlalu, dan Barat kembali merancang sejumlah kudeta. Tahun ini, dimulai pada bulan Februari. Pertama, serangan gencar terhadap Argentina dan diikuti dengan rencana kudeta terhadap pemerintah Venezuela yang progresif dan terpilih secara demokratis. Tapi kudeta itu telah digagalkan dan Venezuela menang!

Sebagaimana dilaporkan Telesur , “Nicolas Maduro mengumumkan pada hari Kamis bahwa pemerintah telah menggagalkan upaya kudeta yang dikoordinasi oleh oposisi sayap kanan Venezuela dengan dukungan pemerintah AS.”

Sehari sebelum terungkapnya hal ini, pemimpin oposisi, Leopoldo Lopez, Maria Corina Machado dan Antonio Ledezma merilis “rencana transisi” yang melibatkan privatisasi minyak, deregulasi ekonomi, dan perjanjian dengan “institusi finansial internasional”termasuk IMF.”

Tentara mendukung penuh Presiden Maduro. Sebagian besar Amerika Latin termasuk UNASUR, menyatakan solidaritas dan dukungan mereka. Tetapi, bagi penduduk dunia, seolah tak terjadi apa-apa yang penting. Berapa lama lagi bandit Imperium (AS, Eropa Barat, dan korporasi—red.) ini harus dibiarkan?

***

Saya tidak ingin menulis artikel filosofi yang panjang seperti biasanya. Saya hanya ingin menyatakan bahwa saya marah, benar-benar marah. Bukan marah terhadap kaki tangan Washington yang sadis. Saya tidak punya harapan positif lagi kepada mereka, sudah jelas mereka adalah kumpulan pembunuh massal, sama saja seperti pendahulu mereka, kaum Eropa yang kolonialis dan penjajah.

Yang membuat saya terkejut adalah sikap diam dunia. Seolah-olah tidak ada yang terjadi!

Apakah kita akan memakan kotoran terburuk Imperium selamanya? Apakah sistem pasar yang fasis ini akan dibiarkan berlanjut dan merebut segalanya? Imperium telah membunuh sekitar 60 juta orang sejak Perang Dunia II, seperti saya tulis dalam buku saya bersama Noam Chomsky.

Imperium telah menggulingkan semua pemerintahan yang baik di Afrika, Timur Tengah, Asia, dan baru-baru ini di Amerika Latin. Mereka menggulingkan pemerintahan Muslim yang damai dan sekuler dan menggantikannya dengan preman atau ekstrimis.

Banyak di antara kita yang mengetahui fakta ini. Ini bukanlah rahasia! Tetapi, ketika bandit yang sama melakukannya kejahatan lagi dan lagi, dunia diam seperti kerbau!

Dimana protes-protes dari kota-kota di Barat? Mana kerumunan orang yang berteriak “Je suis Chavez”?

Apakah orang-orang bodoh di Eropa dan AS memasuki fase paling akhir dari amnesia dan indoktrinasi? Tidakkah mereka melihat dan peduli, apa yang dilakukan pemerintah dan korporasi mereka di berbagai penjuru dunia?

Sepertinya, yang bisa menarik mereka dari sofa adalah pertandingan sepak bola atau event yang disponsori pemerintah seperti “Je suis Charlie”.

Jadi, inilah demokrasi mereka yang terkenal itu, sesuatu yang ingin dieskpor Barat; sesuatu yang dipakai untuk menekan tenggorokan bangsa China, Rusia, atau Amerika Latin. Demi penegakan demokrasi, jutaan orang di Democratic Republic of Congo, Somalia, Libya, Afghanistan, Irak, Palestina, Papua, Kashmir, Suriah, danUkraina tewas. “Demokrasi” bahkan dianggap sah untuk menggulingkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di Amerika Latin. Tetapi, warga Imperium sangat tenang, bahkan tak menyadari apa yang terjadi di depan mata mereka, atau apa yang dilakukan atas nama mereka. Dan kalaupun mereka menyadarinya, mereka tak peduli.

Ini mengingatkan kita pada orang-orang Jerman yang tinggal di sebelah kamp konsentrasi selama Perang Dunia; melihat adanya asap keluar dari cerobong asab, lalu mengatakan, “Saya tidak tahu.”

***

Apakah mereka – orang-orang Eropa dan Amerika Serikat- telah kehilangan akal sehat mereka? Negara-negara fundamentalis-korporasi itu memaksakan sanksi terhadap Rusia tanpa alasan. Rusia seolah sedang dihukum karena tindakan Barat yang berhasil menggulingkan pemerintah Ukraina! Itu semua benar-benar aneh, aneh, lucu. Itu membuat orang yang masih memiliki sedikit otak, ingin muntah.
Mereka pertama kali membentuk ISIS di kamp-kamp pengungsian yang disponsori NATO di selatan Turki dan Yordania, untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di Damaskus. Kemudian ketika ISIS gagal, mereka menggunakannya sebagai pembenaran untuk memindahkan pasukan dari Irak, dan mengebom Suriah! Dan orang-orang Eropa dan Amerika Serikat masih duduk tenang di kursi mereka, bukannya bangkit menentang pemerintah mereka.

Dan sekarang, Venezuela!

Saya percaya bahwa Amerika Latin harus segera memberlakukan sanksi kepada AS. Ini bukan gurauan, ini bisa dan harus dilakukan. Inilah satu-satunya cara bertindak terhadap Imperium!

Hanya mengungkap tindakan Imperium, tidak jelas membantu. Mereka hanya akan menertawakan kita, dan terus membunuh orang dan negara-negara yang tidak mau tunduk kepada mereka. Dan mereka melakukan semua kejahatan itu di siang bolong.

Venezuela harus mendekati Dewan Keamanan PBB, dan kemudian Mahkamah Kejahatan Internasional (meskipun negara-negara seperti Amerika Serikat atau Israel tidak mengakui ICC, karena mereka merasa berada ‘di atas hukum’).

Lalu, sanksi harus ditetapkan terhadap AS, pertama oleh Venezuela, lalu oleh negara-negara Amerika Latin lainnya. China dan Russia harus menawarkan bantuan dan melindungi Amerika Latin dari serangan berikutnya, yaitu serangan militer.

Sudah cukup ketakutan dan horor ini! Dunia tidak bisa lagi mengharapkan warga Eropa dan Amerika Serikat. Mereka tidak bisa dan tidak mau mengontrol pemerintah mereka dan para perusahaan bandit. Negara-negara mereka sedang membentuk banyak “negara gagal”.

Apa yang terjadi di Venezuela pada 12 Februari lalu seharusnya tidak diterima begitu saja sebagai sesuatu kewajaran. Tidak boleh lagi. AS harus diberi sanksi.

 

*Andre Vltcheck adalah penulis dan jurnalis investigasi yang telah meliput konflik di berbagai negara. Ia pernah menulis buku “Indonesia – The Archipelago of Fear”

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*