DEOleh: David Swanson*

Kami mengetahui hal ini. Seorang pemuda yang berhasil melakukan pembunuhan dalam skala besar, lalu menghadap karena pemimpin agamanya dengan keraguan, lalu diberitahu bahwa pembunuhan massal tersebut adalah bagian dari rencana Tuhan. Kemudian pemuda itu meneruskan membunuh, hingga akhirnya laki-laki, perempuan, dan anak-anak sejumlah 1.626 orang tewas.

Saya ulangi. Orang yang dibunuh bukan berjumlah 16, atau 9 ataupun 22 orang yang menjadikan berita pembunuhan itu sebagai top story, tetapi pembunuhan dan mutilasi 1.626 orang. Apakah hal ini merisaukan Anda?

Apa yang Anda ketahui tentang pemuda ini? Ia bernama Brandon Bryant, yang bekerja sebagai pilot Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dan ia telah mempresentasikan dengan setifikat atas pembunuhan yang ia lakukan. Ia juga mendapatkan ucapan selamat dari pemerintah AS karena telah menunaikan tugas dengan baik. Apa yang Anda pikirkan, mengingat ia adalah seorang Kristiani?

Apakah hal ini merisaukan Anda?

Apa yang Anda pikirkan jika Anda mengetahui tentang banyaknya orang-orang yang telah terbunuh oleh pesawat tak berawak AS, dan sebagian besar dari mereka adalah penduduk sipil? Pilot ‘double tap’ berarti bahwa mereka menembakkan rudal yang menargetkan sebuah pesta pernikahan atau sebuah rumah. Lalu, mereka menunggu orang-orang tersebut terluka dan meminta bantuan, namun yang mereka kirimkan adalah rudal yang kedua. Maka hasilnya adalah orang-orang yang terluka itu akan berteriak berjam-jam sampai akhirnya mereka tewas, dan tak seorang pun berani datang untuk menolong.

Pilot-pilot juga menembakkan rudal kepada sekelompok murid, ada tiga yang selamat dan bisa mengenali mayat saudaranya, tetapi tidak mengenali entah potongan tubuh mana yang tersisa dari ayah dan ibunya. Lalu mereka menjerit, karena mereka telah ditinggalkan selama-lamanya.

Apakah hal ini merisaukan Anda?

Bagaimana dengan klaim Presiden Obama yang menyatakan bahwa jatuhnya korban dari kalangan rakyat sipil adalah laporan palsu? Namun faktanya adalah sebagian besar korban yang ditargetkan adalah orang-orang yang tidak diketahui namanya.

Lalu bagaimana dengan salah satu kandidat presiden AS yang minggu lalu mendeklarasikan cara mereka untuk memenangkan perang, yaitu dengan memulai membunuhi seluruh anggota keluarga? Dan bagaimana dengan panggung yang digelar jemaat Kristen untuk memohon kemenangan bagi kandidat tersebut?

Apakah hal ini merisaukan Anda?

Bagaimana jika para polisi AS membunuhi orang-orang dalam skala yang lebih tinggi dibandingkan pembunuhan yang dilakukan oleh pilot? Apakah Anda ingin menyaksikan video rekaman pembunuhan yang mereka lakukan? Apakah Anda ingin menyaksikan video rekaman pembunuhan yang dilakukan pesawat tak berawak?

Bagaimana jika ditemukan bahwa pembunuhan oleh pria bersenjata di San Bernardino adalah hal yang rutin. Apakah hal itu sama tragisnya?

Poin saya adalah agar Anda tidak hanya peduli sampai pada suatu kasus yang dilaporkan oleh televisi Anda. Saya harap semua orang seribu kali lebih peduli, dan lebih baik lagi jika Anda melakukan sesuatu untuk menjauhkan senjata, untuk menjauhkan kebencian dan budaya kekerasan. Anda juga harus melakukan sesuatu atas ketidakadilan ekonomi dan keterasingan.

Poin lainnya adalah ada banyak tragedi lainnya yang tidak disebutkan, termasuk tragedi-tragedi yang lebih besar. Dan mengekspoitasi satu tragedi dengan penuh kebencian yang menyasar kepada suatu komunitas besar adalah sebuah kegilaan. (ba/LiputanIslam.com)

___

David Swanson adalah aktivis Amerika Serikat. Aktif menulis dan salah satu hasil karyanya adalah War is a Lie. Tulisan ini diterjemahkan dari counterpunch.org

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL