Riyadh,LiputanIslam.com-Raja Salman pada hari Kamis (27/12) menginstruksikan sejumlah perombakan di kabinet Saudi. Perombakan dilakukan di sejumlah pos penting, termasuk kementerian luar negeri, kementerian informasi, dan garda nasional.

Namun yang paling membetot perhatian adalah perombakan pada kementerian luar negeri. Posisi Adel al-Jubeir sebagai menlu Saudi diisi oleh Ibrahim al-Assaf. Al-Jubeir sendiri tidak disingkirkan sepenuhnya dari kabinet, dan posisinya ‘diturunkan’ menjadi penasihat untuk urusan luar negeri.

Meski perubahan dalam formasi politik dan keamanan Saudi bisa diprediksi, terutama pasca kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, namun penggantian al-Jubeir menunjukkan satu hal, yaitu ketidakpuasan Muhammad bin Salman (MbS) atas kinerjanya dalam membersihkan nama putra mahkota Saudi dari skandal Khashoggi. Seperti diketahui, kendati Trump mendukung penuh Bin Salman, namun al-Jubeir gagal meyakinkan Kongres AS untuk menjauhkan MbS dari tuduhan.

MbS mencoba peluang untuk terbebas dari tekanan Kongres AS dengan cara menempatkan wajah baru di posisi menlu Saudi. Dia juga merombak susunan pejabat keamanan demi melunakkan opini negatif masyarakat dunia.

Dari satu sisi, langkah ini menandakan bahwa Riyadh telah menerima opini masyarakat dunia terkait kasus Khashoggi. Namun, dari sisi lain, langkah ini juga diragukan bisa memberikan dampak yang diharapkan MbS.

Figur yang menggantikan al-Jubeir adalah salah satu dari mereka yang ditangkap dan ditahan MbS atas tuduhan korupsi beberapa waktu lalu. Dengan naiknya al-Assaf menggantikan al-Jubeir dan latar belakang ekonominya di Bank Dunia, kementerian keuangan, keanggotaan di manajer ARAMCO, dan selainnya, tampaknya MbS akan mematuhi perintah Trump untuk merekonstruksi Suriah, atau paling tidak, menyatakan kesiapannya untuk hal tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*