ivan-stamenkovicOleh: Ivan Stamenkovic

Saat berbicara di kedutaan besar Ekuador di London, Julian Assange mengungkap bahwa AS telah merencanakan penggulingan pemerintah Suriah sejak tahun 2006, sekitar 5 tahun sebelum dimulainya konflik yang saat ini tengah berlangsung.

Pendiri WikiLeaks ini berlindung di Kedutaan Besar Ekuador sejak 2012 dan terus berada di bawah pengepungan 24 jam sehari oleh tim kepolisian Inggris. Bila Assange melangkahkan kaki keluar gedung, ia akan langsung ditangkap dan kemungkinan diekstradisi ke AS, pihak yang paling berambisi menghukumnya karena ia telah mengungkap sangat banyak rahasia kotor AS. Pemerintah Inggris tentu saja mengeluarkan biaya besar untuk ‘mengurusi’ Assange, yang saat ini sudah melebihi 12 juta poundsterling.

Ancaman berkelanjutan atas Assange adalah untuk membungkamnya, agar tidak melanjutkan pekerjaannya dalam mengungkapkan rahasia kotor dari berbagai pemerintahan di dunia. Di pengasingan, Assange tetap berkarya, dia menulis buku “The WikiLeaks Files,” yang diterbitkan akhir bulan lalu.

Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah, termasuk Turki dan Israel, telah sering dituduh berperan penting dalam konflik yang sedang berlangsung dari Suriah. Tuduhan tersebut tentu bukan omong kosong karena didukung sangat banyak bukti. Dalam buku barunya ini Assange memberi tambahan bukti, yaitu menurut data yang didapat WikiLeaks ketahuan bahwa rencana untuk mengguncang Suriah telah diawali setidaknya lima tahun yang lalu, atau lebih.

Dalam wawancaranya dengan RT, Assange mengungkapkan bahwa dalam bab khusus tentang Suriah ada ‘kabel’ (pesan) dari Dubes AS untuk Suriah, William Roebuck, yang tampaknya membahas rencana untuk menggulingkan pemerintah Assad di Suriah.

“… Rencana tersebut adalah menggunakan sejumlah faktor untuk menciptakan ketakutan dalam tubuh pemerintahan Suriah, mendorongnya bereaksi berlebihan, dan takut akan terjadinya kudeta…”

Assange menjelaskan bahwa pemerintah AS berusaha untuk membuat pemerintah Suriah tampak lemah dengan membuat Assad bereaksi berlebihan terhadap ancaman ekstremis Islam menyeberang ke negaranya.

Kabel tersebut juga berisi detail rencana untuk mendorong perselisihan sektarian di wilayah tersebut dan membuat Iran muncul seperti ancaman yang lebih besar untuk Assad daripada yang sebenarnya.

Assange melanjutkan, “Secara khusus, [rencana disusun] untuk membuat gosip palsu … atau berlebihan, bahwa Iran sedang mencoba untuk mempengaruhi kaum miskin Sunni, dan [rencana] untuk bekerja dengan Saudi dan Mesir dalam menciptakan persepsi bahwa sulit bagi Iran untuk mempengaruhi masyarakat.”

Kabel WikiLeaks juga mengungkap bahwa rencana ini datang dari pemerintah Israel dan menunjukkan bahwa pemerintah AS bermaksud kerjasama dengan Arab Saudi, Turki, Qatar, dan Mesir untuk mendorong hancurnya rezim Assad sebagai jalan untuk memperlemah Iran and Hezbollah.

“Jika  Suriah dikacaukan, Israel akan  berada dalam posisi sebagai penguasa Dataran Tinggi Golan untuk selamanya, dan bahkan bisa memperluas wilayahnya,” kata Assange.

Menurut Assange, data kabel ini membuktikan betapa krisis Suriah saat ini mencerminkan kepentingan AS di Timur Tengah, khususnya dengan cara menekan sekutu-sekutunya untuk menyerang Suriah.

“Sebagian dari masalah di Suriah adalah bahwa Anda memiliki sejumlah sekutu AS di sekitarnya, terutama Saudi dan Qatar, yang menyalurkan senjata,” kata Assange. Ia juga menambahkan bahwa AS menggunakan lebih dari 100 pangkalan militer dan jaringan kedutaannya untuk mencapai tujuan imperialisnya.

Media mainstream sering menampikan krisis Suriah dengan terlalu menyederhanakan, khususnya ketika pemerintah AS terbukti mendukun perang dengan mengingkari sejarah kawasan itu dan potensi konflik di antara para sekutu.

Tujuan utama dari semua itu tentu saja perebutan sumber daya di Timur Tengah. Seperti ditulis Mnar Muhawesh, “Hari ini  Timur Tengah tercabik-cabik oleh rencana manipulatif yang ingin meraih keuntungan dari minyak dan gas, dengan cara mengadu domba rakyat melalui isu agama. Dalam perebutan energi ini, rakyatlah yang paling menderita.” (fa/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL